Kamis, 21 September 2017

My "The World of Ghibli Jakarta" Experience

Hari Selasa tanggal 12 September 2017 kemarin, Gw, Enggar dan Kemal datang ke The World of Ghibli Jakarta di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, SCBD. Sebenarnya udah agak lama mau datang ke sini, tapi kan di akhir Agustus instalasinya belum terpasang semua dan kita bertiga nggak nemu jadwal yang pas, akhirnya baru bisa kemarin ini. Itu pun gw harus extend cuti dan Enggar bolos ngantor hahaha..

Kami bertiga janjian sekitar jam 10 pagi di Pacific Place. Sebelum masuk, kami harus tukar e-ticket yang dibeli di Traveloka di booth yang ada di Lantai 3. Setelah e-ticket ditukar menjadi tiket masuk berbentuk gelang, kami pun akhirnya bisa mulai menjelajah. Tapi sebelum masuk, kami di-briefing dulu oleh panitia bahwa area 1 dan 2 itu tidak boleh difoto.

Gw di The World of Ghibli Jakarta

Saat melangkah ke dalam area 1, kami disambut oleh foto pendiri Studio Ghibli yaitu Hayao Miyazaki, Isao Takahata dan Toshio Suzuki. Di area 1 juga terdapat informasi terkait awal mula Studio Ghibli hingga saat ini. Tapi honestly gw nggak baca semua karena terlalu padat tulisan. Kalau dikasih ilustrasi mungkin lebih menarik untuk dibaca hehe..

Di ruang selanjutnya ada Movie Poster Collection semua film Studio Ghibli, mulai dari Nausicaä of the Valley of the Wind tahun 1984 hingga La Tortue Rouge (The Red Turtle) tahun 2016. Dari semua film itu, yang belum gw tonton sampai saat ini adalah The Tale of Princess Kaguya dan The Red Turtle. Semoga bisa segera nonton ya haha..

Setelah itu, kalau gak salah ada foto-foto terkait behind the scene pembuatan film. Kalau dilihat dari foto-fotonya sih, itu kayanya pas lagi bikin When Marnie Was There. Selanjutnya ada hmm.. bukan poster sih, mungkin lebih tepat kalau dibilang itu adalah screenshoots dari beberapa adegan dari hampir semua film, beberapa di antaranya adalah Howl’s Moving Castle dan Spririted Away.

Setelah sebelumnya cuma screenshoots aja, di ruang selanjutnya ada sinopsis singkat dari semua film Studio Ghibli dan menariknya lagi, di ujung ruang sinopsis ini adalah semacam bioskop yang memutarkan seluruh trailer film Studio Ghibli. Nggak ada kursi di area bioskop, jadinya kami dan pengunjung lainnya duduk di atas karpet yang udah disediakan. Area ini cocok banget untuk me-refresh ingatan para fans Studio Ghibli dan juga memberikan informasi kepada pengunjung yang belum pernah menonton film-film-nya. Tapi sayangnya, di trailers tersebut nggak ada subtitle-nya jadi nggak ngerti. Setelah bioskop trailers ini, baru deh exhibition replika dari beberapa film Studio Ghibli. Area yang dinanti-nanti karena udah boleh foto-foto haha..

Secara garis besar, ada 11 movies yang dibuat replikanya, yaitu: Laputa: Castle In The Sky, Spirited Away, Porco Rosso, Ponyo On The Cliff by The Sea, Nausicaä of The Valley of The Wind, Princess Mononoke, Howl’s Moving Castle, My Neigbour Totoro, Kiki’s Delivery Service, The Borrower Arrietty, dan When Marnie was There.

Replika pertama yang kami temui adalah Laputa Castle pada masa kejayaannya, karena bangunannya masih lengkap. Honestly, pas pertama kali lihat Castle ini, gw tahu kalau replika itu dari Laputa: Castle In The Sky. Tapi gw nggak tau dari bagian yang mana. Karena pada saat Pazu dan Sheeta tiba di Laputa tuh kondisinya udah tinggal setengah gitu. Setelah gw cermati lagi filmnya, ternyata castle ini ada di bagian prolog.


Gw, Kemal dan Enggar di depan Laputa Flying Castle

Setelah Castle, replika selanjutnya adalah airship yang juga dari Laputa: Castle In The Sky. Sama seperti castle, airship ini sepertinya juga adanya pada saat masa kejayaannya dan lokasi di filmnya juga pada saat prolog.


Pose malu-malu di depan airship haha..

Setelah itu ada replika dari Spirited Away, yaitu replika dari toko-toko, Yubaba’s bathhouse dan juga jembatan menuju bathhouse. Menariknya pas saat kami ke sana, lagi ada Kaonashi dan dia berdirinya pas banget kaya di filmnya hehe..


Selanjutnya ada Yubaba’s Bathhouse dan bentuknya mirip banget sama filmnya. Selain itu detail istananya nggak cuma tampak depan aja, tapi juga semua sisinya. Kayak bathhouse-nya beneran dikecilin haha..


Lanjut ke film lain, yaitu Porco Rosso. Yang dibikin replika sudah jelas Savoia S.21-nya Porco Rosso yang lagi parkir di dekat tempat tinggalnya. Lengkap dengan pasir-pasir, kursi pantai, meja dan payungnya. Aah.. feels-nya berasa ada di rumahnya Porco beneran. Kalau ada di sana, pasti pengen juga berenang kayak Fio haha..


Savoia S.21-nya Porco Rosso

Di seberangnya ada Ponyo On The Cliff By The Sea pas adegan Ponyo baru jadi manusia lagi dan mau ketemu sama Sousuke. Di mata penonton, Ponyo dan Sousuke ombaknya terlihat sebagai ikan besar, padahal mah ceritanya itu adalah ombak besar dan keadaannya lagi tsunami.


Selanjutnya ada Nausicaä of The Valley of The Wind. Replika yang dibuat sudah jelas adalah Ohm, yaitu tokoh utama berupa serangga yang kalau lagi marah matanya berubah jadi merah dan ganas luar biasa. Duh gw suka banget sama Nausicaä! Keren, baik hati, berwibawa dan pemimpin yang baik. Wajib banget ditonton!


Setelah itu ada hutannya Princess Mononoke. Khasnya hutan ini adalah adanya Kodama, makhluk putih penunggu hutan dan jumlahnya ada banyak banget. Mereka baik kok, dan kalau dilihat-lihat lucu sih haha..


Selain itu, saat Ashitaka lagi istirahat di dekat danau, di antara celah pohon dia ngelihat Deer God “Forest Spirit” lagi lewat dan sempat ngelihat juga ke arah Ashitaka. Nah di sini, gantian para pengunjung yang bisa melihat Forest Spirit dari jauh.


Selanjutnya ada replika dari Howl’s Moving Castle, yaitu Howl’s Moving Castle-nya itu sendiri hahaha.. Moving Castle-nya ini bentuknya bener-bener complicated dan berbeda dari image castle lainnya yang megah dan indah. Tapi justru di situ lah uniknya. Castle ini bisa bergerak karena ada kekuatan dari Calcifer the Fire Demon. Salut sama yang desain, karena bentuknya mirip sama yang di film-nya.


Bersama Howl's Moving Castle

Naah, selanjutnya adalah replika dari film My Neighbour Totoro. Orang-orang paling banyak ngantri di replika film ini. Wajar sih, karena Nekobus dan Totoro-nya lucu banget haha.. Selain itu pengunjung juga bisa masuk dan duduk-duduk di dalam Nekobus.


Adegan replika untuk Totoro ini terkenal banget nih, yaitu adegan dimana Satsuki yang lagi ngegendong Mei yang lagi tidur minjemin Totoro payung yang harusnya buat ayah mereka. Bahkan disediain juga payung merah biar bisa berpose sama kayak Satsuki.


Selain itu, ada juga replika rumah barunya Satsuki dan Mei. Mau masuk harus antri dulu nih dari pintu belakang. Di bagian dalamnya juga ada replika dari ruangan kerja Ayah mereka dan juga meja belajarnya Satsuki. Bagian interiornya nggak gw upload karena postingannya bakal jadi lebih panjang haha.. Selain itu foto-foto yang diambil di dalam kurang bagus juga, jadinya ya gitu deh tehee..


Di sebelahnya ada replika dari Toko Roti Kiki’s Delivery Service.  Mau masuk sini antrinya juga lumayan nih. Bentuk rumahnya pun mirip dengan yang ada di filmnya. Bahkan di luarnya disediain sapu terbangnya Kiki, jadi bisa foto juga di luar. Btw, ini bentuk comparison-nya beda sendiri karena ukurannya gak pas haha..


Di bagian dalam, mirip banget sama interior yang ada di filmnya. Ada juga boneka kucing kecil hitam yaitu replikanya Jiji, kucing peliharaan Kiki. Di sini, gw ngikutin posenya Kiki yang lagi bosen karena gak ada customer untuk delivery service-nya dia. Oh iya, roti-roti etalasenya ini asli lho, trus diawetin gitu, makanya looks delicious haha..


Di dalam toko roti

Selanjutnya ada The Borrower Arrietty. Di sini gw duduk di tangga dekat pintu masuk rumahnya Arrietty gitu. Selain itu disediain property buat yang mau foto, yaitu sugar cube yang dibalikin sama Shou, kertas yang artinya “You Forgot Something” yang ditulis oleh Shou dan jarum pentul yang jadi senjatanya Arrietty. Nah yang gw pegang adalah sugar cube.


Selain itu juga ada air vent tempat keluar-masuknya Arrietty. Di depan air vent inilah Shou taruh kertas dan gula tadi. Replikanya bikin kami bertiga terlihat seperti borrower juga.


Di samping air vent, ada tanaman rambat yang sering dipanjat Arrietty untuk menuju kamarnya Shou di lantai atas. Karena gak bisa dipanjat, akhirnya posenya duduk aja deh haha..


Selanjutnya ada replika dari When Marnie Was There, yaitu perahu biru-nya Marnie dan juga The Marsh House yang adalah rumahnya Marnie. Perahu ini dipake Marnie untuk ketemu sama Anna.


Setelah itu, ketemu lagi sama replika dari Laputa: Castle In The Sky. Kali ini replikanya berupa monumen yang ditemukan oleh Pazu dan Sheeta saat mereka ngikutin Robot Guardian.


Nah di depannya ada replika Robot Guardian yang ngasih bunga ke Sheeta. Mereka ngikutin Robot Guardian yang ini makanya bisa sampai ke monumen tadi.


Selanjutnya ada Flappter yang digunakan oleh Dola pirates untuk terbang. Di replikanya itu keliatan gambar rumahnya Pazu.


Daaan.. selesai lah satu putaran di area replica exhibition. Sebenarnya masih ada banyak replika yang gak dimasukin ke postingan karena nanti jadinya terlalu panjang. You should have come and seen them  for yourself.

Selesai 1 lap exhibition. Btw, warna kulit bergradasi di atas nggak disengaja haha.. 

Overall, gw bahagia banget bisa dateng ke The World of Ghibli Jakarta. Tiket masuk yang lumayan mahal langsung terlupakan begitu masuk area exhibition. I have been a fan since quite a long time. Bahkan gw pun memasukkan Ghibli Museum di Mitaka, Jepang sebagai salah satu must-visit place kalau lagi jalan-jalan ke Jepang. Aah.. gw pokoknya senang banget!!

hs was there!

Terima kasih kepada Studi Ghibli yang sudah mengadakan exhibition di Jakarta, juga para drafter dari anak-anak muda Indonesia. I’m proud of you folks. Juga semua pihak yang membantu mewujudkan The World of Ghibli Jakarta. Terima kasih banyak. Kalian mewujudkan salah satu mimpi gw hiiks.. Thank you very much for your hardwork. I really appreciate it. Keep up the good work!

Terima kasih :)

Oh iya, makasih juga Kemal dan Enggar yang juga mau dateng bareng ke sini hihi.. 

DTS 09 


Sampai ketemu lagi Ghibli di Mitaka, Jepang. ^^

Jumat, 17 Februari 2017

Bersyukur Kuliah di UI

Siang ini, gw dan Icu lagi chatting diskusi tentang salah satu isian di application form-nya World Bank Scholarships. Bahasannya adalah tentang pertanyaan ini:
At the current US exchange rate, what is your best estimate of the total cost (tuition and other university fees) of the highest university degree that you have earned?
Icu nanya apakah itu total biaya sebelum dapat BOP-B atau sesudah BOP-B. Gw bingung juga kan, gw kira sesudah dapat BOP-B, tapi kayanya sih lebih pas yang sebelum. Akhirnya gw sama Icu memutuskan untuk masukin biaya kuliah full tanpa BOP-B.

Buat yang gak tau, BOP-B adalah Biaya Operasional Pendidikan-Berkeadilan dimana biaya kuliahnya itu disesuaikan dengan kemampuan penanggung biaya pendidikan calon mahasiswa. Kalau gw gak salah inget, sistem ini mulai berlaku dari angkatan 2008. Angkatan 2007 biaya pendidikannya masih dipukul rata, tapi yaa gak semahal jaman gw juga sih. FYI, gw angkatan 2009.

Balik lagi soal beasiswa tadi, habis itu gw langsung hitung-menghitung berapa besar biaya gw tanpa BOP-B. Gw juga sempet nanya anak-anak di grup Lantai 4 berapa biaya uang pangkalnya, karena gw lupa haha..

Setelah selesai menghitung biaya dan juga persentase BOP-B terhadap biaya kuliah gw, gw pun langsung sedih dan terharu. Dari total biaya full 100%, BOP-B itu nanggung 86% biaya kuliah dan gw jadi hanya harus bayar sekitar 14%-nya. Masya Allah!!

فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman [55])

Pengen nangis rasanya! Kehidupan gw yang kala itu bener-bener ada di bawah dan langsung lemes begitu liat biaya kuliah, juga Nyokap gw yang bingung gimana cara bayar biaya kuliah segede itu, gw pun jadi gak yakin bisa kuliah. Tapi semua keadaan itu diselamatkan oleh sistem BOP-B.

Karena itu gw jadi amat sangat bersyukur terhadap kebijakan UI terkait sistem BOP-B. Juga sangat berterima kasih kepada teman-teman UI yang bayar kuliah dengan biaya penuh. Terima kasih karena kalian semua gw bisa kuliah, bisa jadi sarjana teknik dan bisa membuat kehidupan gw saat ini jadi jauh lebih baik dari awal gw masuk kuliah. Terima kasih banyak! ;')

Semoga ilmu yang gw dapatkan di UI bisa bermanfaat bagi Indonesia. Aamiin..

PS: I love you, UI


Wisuda!!

Rabu, 18 Januari 2017

Today's Thought

Berawal dari Facebook baru ku~

Bukan... bukan... bukan Facebook, tapi database haha..

Berawal dari pengumpulan data untuk database alumni TLUI dari yang tertua hingga yang termuda. Gw dengan sukarela menawarkan diri untuk menghubungi secara personal teman-teman TLUI 2009 yang belum ngisi database.

Setiap chat diawali dengan salam dan sekedar sapa basa-basi. Kebanyakan sih langsung gw tanya udah ngisi database atau belum. Kalau belum, ini linknya gw kasih. Isi secepatnya yaa.

Respon dari mereka pun bermacam-macam. Ada yang sekedar bilang 'Oke' dan ada juga yang keterusan chat sampe bahas tentang kerjaan dan hidup.

Setelah semua chat itu, gw pun jadi berpikir. Meskipun mungkin pada saat kuliah kehidupan kita gak jauh beda, tapi setelah lulus kita semua masing-masing menjadi individu yg berbeda. Masing-masing berada di jalannya sendiri dan berusaha meraih apa yang ingin diraih. Tentu saja, keinginan tiap orang berbeda-beda, rintangan dan usaha yang dilakukan pun jelas berbeda. Melihat mereka ada di sini dan jauh di sana jadi ngebuka mata gw.

Emang sih dunia nyata ini benar-benar membuka pikiran dari segala hal dan juga jadi semakin banyak pertimbangan. Beruntunglah kalian yang pertimbangannya sedikit, meskipun itu semua sesuai sama porsinya masing-masing sih.

Satu hikmah yang bisa diambil adalah untuk terus maju meraih apa yang ingin gw raih. Gw udah merasa cukup yakin bahwa apa yang gw rencanakan adalah hal yang benar-benar gw inginkan. Tinggal kerja kerasnya aja nih yg masih kurang.

Semoga teman-teman yang masih mencari apa yang diinginkan dan apa yang ingin diraih, bisa segera menemukannya dan mulai berupaya untuk menjadikannya kenyataan. Aamiin.

Kamis, 05 Januari 2017

Aqours - Yume Kataru yori Yume Utaou

Yume Kataru yori Yume Utaou

(Rather Than Talking About Our Dreams, Let's Sing Them)

Aquors
OST Love Life! Sunshine!!