Sabtu, 21 Januari 2012

Doa Tahun Lalu #JejakKesepuluh

Allah menjawab doa kita lewat 3 cara, bisa jadi Ia kabulkan segera, bisa jadi Ia simpan hingga waktu yang tepat untuk dikabulkan, bisa jadi Ia ganti sebagai pemberat amal kita di yaumil akhir. Ketika menunggu saat doa-doa belum dikabulkan, yakinlah bahwa Allah telah menghitung terus doamu. Hingga pada bilangan tertentu Ia akan cukupkan doamu. Dan semakin banyak turus doa dan harapanmu, insya Allah semakin indah hadiah yang Allah beri untukmu. Sesungguhnya Allah tak pernah menyalahi janji.

Tahun lalu aku berdoa semoga Statika dapat nilai A. Namun, aku tidak lulus. Aku dapat C-. 
Sedih. 
Jelas!
Itu saat pertama kalinya aku tidak lulus suatu mata kuliah.
Aku menangis.. 
Menangis...
Kenapa aku tidak lulus?

Semester 5 yang baru saja berlalu aku mengulang Statika, dengan motif balas dendam dan target dapat A.
Masuk kelas bersama beberapa teman yang juga mengulang.
Belajar lagi gaya dalam dan garis pengaruh yang sangat menyenangkan.
Ujian 1
Ujian 2
Ujian 3
dan UAS
Hingga akhirnya aku melihat nilai yang baru saja dipublish, dan aku mendapat A.
Doa yang setahun lalu aku panjatkan dikabulkan hari ini.

Aku tahu kenapa aku tidak lulus Statika tahun lalu. Karena memang aku seharusnya dapat A bukan C-. Tahun lalu itu bukan waktu yang tepat.

Kejadian tahun lalu terulang kembali.
Aku mengulang Anstruk. 
Lagi-lagi mekanika struktur.
Untung bukan mata kuliah lingkungan.
Kali ini aku tidak sesedih tahun lalu. 
Aku tahu seharusnya aku dapat A di Anstruk, lagi-lagi belum waktu yang tepat.

Dan aku pun tahu kalau Allah pasti menjawab doaku. 
Kalau pun tahun depan Allah tidak menjawab doaku dengan cara kedua, Allah akan menjawab doaku dengan cara ketiga.
Tapi aku pun harus berusaha untuk itu.

Sekarang aku tidak terlalu sedih jika aku mengalami sebuah kegagalan.
Mungkin waktunya yang belum pas.
Mungkin juga ada hal yang jauh lebih baik.
Dan jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah.

Jadi Semangat ya!!

4 komentar: