Skip to main content

Posts

story of the 6th term #JejakKelimabelas

                Dari beberapa minggu yang lalu sudah berencana untuk menulis di blog mengenai semester 6 yang sangat luar biasa. Baru sempat sekarang. Atau lebih tepatnya lagi mood menulis saat ini. Agak bingung untuk memulai sebenarnya. Hmm.. baiklah. Kuliah pertama di semester 6 adalah Paldom. Entah mengapa semester ini diawali oleh sesuatu yang menyeramkan dan menyebalkan. Pemilihan kelompok paldom –yang notabene akan menjadi kelompok pab dan limbat- ini berlangsung dengan sangat alot. Mungkin karena sudah mulai mengerti bagaimana sifat satu sama lain, orang-orang yang dianggap akan menjadi beban dilempar kesana kemari dan tidak ada yang mau menampungnya. Hingga akhirnya perlu pengorbanan dan jiwa besar dari beberapa orang, barulah terbentuk kelompok hingga saat ini. Aku ada di kelompok 8. Kelompokku terdiri dari empat orang: cut, elin, emma dan aku. Kota Kediri            ...

tidak sempurna #JejakKeempatbelas

entah mengapa, rasanya penyakit hati itu sangat menyeramkan. melakukan hal baik sedikit saja dianggap ada maksud tertentu di baliknya. semuanya jadi serba salah. menurutku benci, kesal dan sebal pada orang lain adalah hal yang wajar. karena kita tidak sempurna. ya. kita tidak sempurna. dan orang lain pun tidak sempurna.

Untitled #JejakKetigabelas

something does really happen these days I no We didn't get what we want there were our mistakes too we admitted it but do you really need to ask? seriously!? do you REALLY need to ask? it hurts it hurts seriously it does REALLY hurt seriously We mean it don't you feel it? or probably can't you feel it? you're naive question can hurt us badly we can't look sad for it will hurt you or make you feel sorry for us but without realizing it you did that to us and what can we do? we can only smile or laughing while inside of us hold out tears and anger we're sorry we're sorry for saying this everything will be okay soon maybe not now but eventually but you might not know that for us  everything won't be the same again

Perjalanan Senin Lalu #JejakKeduabelas

Hari senin yang lalu merupakan satu dari hari yang melelahkan di semester 6 untukku, cut, emma, eby dan april. Perjalanan ke BPLH yang melelahkan. Terlalu panjang untuk diceritakan satu per satu. Satu hal yang jelas adalah perjalanan kemarin penuh dengan PENANTIAN. Menanti bikun yang tak kunjung datang, KRL Ekonomi yang untung saja ke arah Tanah Abang dan yang paling menyesakkan adalah Kopaja 63 yang benar-benar lama dan penuh sesak dengan orang yang baru pulang kantor. Sebenarnya inti dari postingan ini bukan itu. Ada satu peristiwa yang masih terekam jelas di benak ini. Saat itu hujan rintik menyapa bumi. Kopaja 63 yang dinanti pun tidak kunjung datang. Menghabiskan waktu dengan mengobrol satu sama lain. Tiba-tiba lewat di depan kami seorang bapak yang sedang menuntun sepeda. Dan penglihatanku masih cukup baik untuk melihat bahwa di keranjang depan sepeda tersebut terdapat anak kecil. Umurnya kira-kira di bawah tiga tahun. Anak kecil itu beralaskan kain-kain yang cukup banyak. Namu...

Menggunakan Tenaga Dari Kontradiksi Dalam Diri

Projek Pribadi Hari ini MENGGUNAKAN TENAGA DARI KONTRADIKSI DALAM DIRI Sahabatku yang terkadang terkoyak oleh kontradiksi di dalam dirinya, katakanlah ini sebagai kalimatmu sendiri... Tuhanku Yang Maha Damai, Kini ku mengerti, aku menjadi jiwa yang damai, bukan karena aku berhasil memadamkan semua kontradiksi di dalam diriku. Tapi karena aku justru menggunakan kegelisahan hatiku untuk menjadikanku lebih sabar dan lebih mengerti maksud di balik kesulitan yang kau hamparkan sebagai jalan naikku. Adalah wajar bagiku untuk menginginkan kebesaran tapi tergalaukan oleh kurangnya kemampuan, untuk merencanakan yang besar tapi berkecil hati dengan kurang tanggapnya kehidupan, atau ingin tetap berupaya tapi merasa letih dengan tidak sesuainya kenyataan dengan harapanku. Tapi, Tuhanku, aku ingin bebas dari keraguan mengenai hakku untuk berhasil. Aku ingin melayang bebas dalam harapan yang besar mengenai hakku untuk menjadu pribadi yang damai dalam kemapanan dan berbahagia dalam kes...

Tidak Pantas Miskin, Lebih Pantas Kaya

Project pribadi hari ini TIDAK PANTAS MISKIN, LEBIH PANTAS KAYA Sahabatku yang sedang merajinkan diri untuk menjadi pantas bagi impian dan cita-citanya, katakanlah ini sebagai kalimatmu sendiri ... Tuhanku Yang Maha Adil, Aku mengerti, bahwa... Tidak semua orang yang mewarisi kekayaan, pantas menjadi orang kaya. Seperti tidak semua anak orang miskin, akan tetap menjadi orang miskin. Aku adalah pemantas diriku sendiri bagi keberhasilan yang ku inginkan. Tidak ada yang bisa menjadi kaya, berpangkat, dan tenar - yang bisa bertahan lama dalam kualitas iti, jika dia tidak memantaskan diri. Uang tidak menjadikan orang terhormat, seperti kemiskinan tidak menjadikannya hina. Maka aku mohon agar Engkau selalu memeliharaku dalam pengertian yang baik, bahwa rezeki itu bukan hanya uang, dan kekayaan itu meliputi segala sesuatu - yang bukan hanya uang. Aku mohon, agar Engkau merestui kesungguhan hari ini, untuk menjadi pribadi yang tidak pantas menjadi miskin, dan lebih pantas ...

Aku Tidak Akan Bisa Sukses Dengan Cara Orang Gagal

Projek pribadi hari ini AKU TIDAK AKAN BISA SUKSES, DENGAN CARA ORANG GAGAL Sahabatku yang tidak punya pilihan lain, kecuali menjadi pribadi yang mandiri dan mapan, dengarlah ini... Sukses tidak tuli, dia bisa mendengar harapan kita. Sukses tidak buta, karena dia harus mengamati kerja keras kita. Sukses sudah kaya, yang kekayaannya terbentang mulai dari kesehatan sampai semua kenikmatan hidup. Sukses telah sangat berpengalaman, mendengar janji kesungguhan yang cepat layu, dan menyaksikan pekerjaan kecil meledak menjadi kekayaan besar yang dibangun dengan kejujuran dan kerja keras. Sukses memiliki cara-caranya sendiri, yang tidak akan diubahnya, walau kita mengeluh sepanjang hidup, meratap serendah tanah, atau menghujat ketidakadilan hidup. Kita tidak bisa memaksa sukses untuk menuruti kemauan kita. Kita, yang harus patuh kepada sikap, cara, dan jalan sukses. Maka katakanlah ini sebagai kalimatmu sendiri... Tuhan Yang Maha Sejahtera, Hari ini, mulai hari ini, bantulah aku unt...