Senin, 15 April 2013

Benang Kusut #JejakKeduapuluhdua


Akhir-akhir ini banyak sekali hal yang masuk ke dalam pikiran. Banyak sekali! Sampai bingung sendiri.

Baiklah..

Saya akan mencoba menguraikan benang kusut yang ada di pikiran ini.

Sebagian besar isi otak saya saat ini mungkin adalah skripsi tercinta. Pusing sekali mengerjakan material flow untuk kedua industri ini. Memang sebagian besar salah saya karena saya kurang teliti pada saat pengukuran langsung di lapangan. Akhirnya pada saat perhitungan, pusingnya setengah mati. Setelah bersusah payah merangkak melewati beratnya beban perhitungan material flow ini, akhirnya baru saja saya selesaikan. Tapi sejujurnya masih ada beberapa data yang aneh. Tapi nggak juga sih. Haha.. Pokoknya pasrahkan diri pada asistensi yang menunggu di minggu ini. Sudah terlalu lama diri ini mengalihkan perhatian dari skripsi yang saat ini paling membutuhkan perhatian. Terlalu lama sampai-sampai batin ini menjadi tidak tenang. Maaf ya lebay, tapi memang itu kenyataannya. Ada satu kutipan yang sesuai sekali dengan kondisi saat ini..
Because my consience leaves me no other choice.” - Dr. Martin Luther King Jr.
Kutipan ini saya dapatkan dari track-nya Linkin Park yang berjudul Wisdom, Justice and Love. Kenapa saya sebutnya track bukan lagu? Karena isi dari track itu berisi suara Dr. Martin Luther King Jr. Agak sulit menjelaskannya, jadi coba disearch aja di google dan dengarkan sendiri. Balik lagi ke topik awal, my conscience seriously leaves me no other choice but faces the reality. Nggak bisa melarikan diri lagi, karena sang waktu terus berjalan tanpa beristirahat sedetik pun. Tanpa terasa saat ini sudah pertengahan April. Semoga rencana saya untuk menyelesaikan skripsi ini akhir April bisa tercapai. Bukannya apa-apa, tapi saya ingin cepat menyelesaikan skripsi ini dan mulai mencari pekerjaan tanpa adanya pikiran mengenai skripsi yang belum selesai. Saya ingin bisa langsung bekerja setelah lulus nanti. Amien..

Untuk pekerjaan sendiri, saat ini saya melakukan kerja sambilan sebagai transkriptor. Pada tau kan ya apa itu transkriptor. Saya kerja sambilan di dua perusahaan market research. Beberapa hari lalu sempat mengerjakan satu transkrip dan honor yang diterima pun lumayan. Saya merasa saya berada pada tahap di mana saya tidak ingin merepotkan orang tua saya lagi. Sudah lama sebenarnya saya ada di tahap ini, namun kerja sambilan ini membuat mata saya terbuka lebar dan pandangan saya terus berjalan ke depan. Bukan sekedar perkataan yang biasa diucapkan kapanpun.

Saya kagum pada beberapa orang dosen saya. Salah seorang dosen menyatakan bahwa dirinya sudah mencapai tahap di mana bukan bekerja karena uang.
“Uang hanya simbol kemandirian dari segi ekonomi. Masih banyak hal penting lainnya.”
Pada saat kuliah yang lain, seorang dosen menjelaskan bahwa menjadi engineer adalah merekayasa sistem agar sesuai dengan maunya kita. Maunya kita adalah masyarakat sejahtera. Tapi hal ini sering sekali dilupakan.
“Apakah jika masyarakat semuanya dikasih kemeja, smartphone dan Apple harkat hidup mereka meningkat? Tidak. Meningkatkan harkat hidup itu dari hati, menggunakan pikiran.
Masih ada yang lain sebenarnya. Saya menyesal sekali tidak mencatat perkataan mereka. Luar biasa sekali dosen-dosen saya. Saya juga ingin sekali menjadi seperti mereka.

Pada beberapa aspek, saya juga merasa bahwa saya menjadi lebih dewasa. Pada suatu kondisi di mana seseorang mengambil keputusan pada satu pilihan, maka semua konsekuensi yang ada pada pilihan itu sudah sewajarnya diterima dengan hati yang lapang. Saya bersyukur bahwa selama ini saya tetap berada pada jalan yang memang sudah seharusnya. Beberapa orang mengeluh pada pilihan yang telah diambilnya. Hingga saya sempat berpikir, “ini gw yang salah atau…”. Tidak perlu dilanjutkan karena saya sudah tau jawabannya.

Satu sisi dari dunia ini terlihat begitu berkilauan. Terlalu menyilaukan untuk outsider seperti saya. Terlalu banyak keinginan yang tidak bisa diungkapkan dan tetap tersimpan rapat. Dunia ini terlalu jauh dari gapaian tangan saya. Berlari sekuat tenaga pun tidak akan bisa membuat saya menjadi lebih dekat. Sejenak saya lupa bahwa masih ada sisi lain dari dunia ini. Saya lupa. Saya terlalu terpana akan indahnya kilauan dunia itu. Saat saya tiba-tiba tersadar, saya tertawa. Lega sekali rasanya. Apakah kalian mengerti?

Hmm.. untuk hal-hal yang berkaitan dengan masalah yang satu itu, tidak ada yang berubah. Sampai saat ini masih saja berharap. Tapi setelah menonton dua anime itu, timbul satu harapan lagi. Semoga menjadi kenyataan ya haha..

Entah benang kusut ini sudah terurai atau belum. Setidaknya perasaan ini menjadi lebih lega dari sebelumnya. Masih banyak hal yang harus dilakukan dan masih banyak hal yang harus diperbaiki dari dalam diri ini. Semangat.. semangat.. Let’s keep moving forward

Kamis, 04 April 2013

Berat Segelas Air

Pada Saat Kuliah Tentang Manajemen Stress, Stephen Covey Mengangkat Segelas Air Dan Bertanya Kepada Para Siswanya, "Seberapa Berat Menurut Anda, Kira-Kira Segelas Air Ini..?"

Para Siswa Menjawab Mulai Dari 200 Gram Sampai 500 Gram,

"Ini Bukanlah Masalah Berat Absolutnya.. Tapi Tergantung Berapa Lama Anda Memegangnya. ." Kata Covey,

"Jika Saya Memegangnya Selama 1 Menit.. Tidak Ada Masalah.."

"Jika Saya Memegangnya Selama 1 Jam.. Lengan Kanan Saya Akan Sakit.."

"Dan Jika Saya Memegangnya Selama 1 Hari Penuh.. Mungkin Anda Harus Memanggilkan Ambulans Untuk Saya.."

"Beratnya Sebenarnya Sama.. Tapi Semakin Lama Saya Memegangnya. . Maka Bebannya Akan Semakin Berat.."

"Jika Kita Membawa Beban Kita Terus Menerus.. Lambat Laun Kita Tidak Akan Mampu Membawanya Lagi.."

"Beban Itu Akan Meningkat Beratnya.." Lanjut Covey,

"Apa Yang Harus Kita Lakukan Adalah Meletakkan Gelas Tersebut... Istirahat Sejenak Sebelum Mengangkatnya Lagi.."

"Kita Harus Meninggalkan Beban Kita Secara Periodik.. Agar Kita Dapat Lebih Segar Dan Mampu Membawanya Lagi..

"Jangan Bawa Pulang.. Beban Itu Dapat Diambil Lagi Besok.."

"Apapun Beban Yang Ada Di Pundak Anda Hari Ini.. Coba Tinggalkan Sejenak.."

"Setelah Beristirahat. . Nanti Dapat Diambil Lagi.."
"Hidup Ini Singkat.. Jadi Cobalah Menikmatinya Dan Memanfaatkannya. .!"

"Hal Terindah Dan Terbaik Di Dunia Ini Tak Dapat Dilihat, Atau Disentuh.."
"Tapi Dapat Dirasakan Jauh Di Dalam Hati Kita..!"
Kesusahan sehari cukuplah utk sehari ini saja.

Dari salah satu postingan d grup wa MPM FTUI 2011.

Semangat teman-teman 6(^0^)9