Selasa, 30 Oktober 2012

Beberapa Hari Lalu... #JejakKedelapanbelas

Beberapa hari lalu banyak hal yang datang padaku. Menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam suatu proses besar itu sesuatu. Dalam seumur hidupku tidak pernah terpikirkan bahwa aku akan berada di dekat proses itu. 'Out of reach' mungkin istilah yang paling sesuai. Tapi saat ini aku berada di sini, di antara dua proses besar. Aku kehabisan kata-kata. Tidak ada kalimat bahkan kata yang terucap. Aku mendapatkan sebuah kehormatan untuk berada di sini. Terima kasih kepada dua sahabat tersayang yang mempercayaiku dan memberikan sebagian kebahagiaannya padaku. Aku bahagia untuk kalian. Sejujurnya terasa sedikit sedih, tapi aku tetap bahagia untuk kalian :')
Pada waktu yang sama di tempat berbeda, seorang sahabat mencoba jujur dan mengakui perasaannya sendiri. Banyak orang yang tidak bisa melakukan hal itu. Good job sahabatku tersayang. Namun perasaan yang tengah kamu rasakan akan lebih baik jika bisa disampaikan pada orang yang bersangkutan, orang yang pernah memiliki sebagian pikiran dan hatimu. Sampaikan dengan cara apapun, seeksplisit atau seimplisit yang kamu inginkan. Karena aku tahu bahwa kamu saat ini pasti merasa sangat menderita untuk menahan rasa itu. Biarkan dia tahu. Dan semoga suatu hal baik akan terjadi. Semangat ya sahabatku tersayang :-*
Dan lagi-lagi pada waktu yang sama dan di tempat berbeda, aku berjuang untuk seminar. Di saat yang lain sudah revisi bab i, aku masih berdiri di garis awal. Masih mencari industri untuk penelitian tugas akhir yang entah kapan aku dapatkan. Sempat down beberapa hari lalu dan emosi tidak karuan. Hopeless. Ya. Hopeless. Tapi kemudian ingat suatu quote dari seorang teman dan quote itu sangat sesuai dengan kondisiku. "banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekat mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah." mari berpositive thinking. Dan aku yakin keberhasilan itu sudah dekat. Lanjutkan apa yang masih bisa dilanjutkan. Semangat :D
Di waktu dan tempat yang berbeda, ada sebuah perasaan yang disakiti dan dikecewakan. Ada sebuah pohon yang selalu mendengar. Mendengar keluhan dan permasalahan burung-burung kenari di sekitarnya. Pada saat sang pohon ingin didengarkan, burung kenari pergi satu per satu, kalaupun ada burung kenari yang masih berada di dahan, ia terlalu asyik dengan kicauannya sendiri. Sang pohon akhirnya tetap diam. Namun ia masih tetap setia mendengarkan kicauan burung kenari. Ada sebuah perasaan yang tersakiti dan dikecewakan. Namun tidak ada yang menyadari.

Jumat, 05 Oktober 2012

Menyenangkan Lho #JejakKetujuhbelas


Mari sejenak kita alihkan pikiran dari rapat-rapat yang telah menjadi rutinitas sehari-hari. Mari sejenak berandai-andai mengenai tempat yang mungkin kita cintai, yang mungkin kita terpaksa berada di dalamnya, dan yang mungkin keberadaannya hanya sekedar status saja.
Menyenangkan lho jika kita semua mencintai tempat ini
Menyenangkan lho jika kita semua memiliki minat dan tujuan yang sama
Menyenangkan lho jika kita bisa bekerja sama satu sama lain
Menyenangkan lho jika kita bisa melakukan apa yang kita sukai dan mendapatkan ilmu darinya
Menyenangkan lho jika kita bisa bilang dengan bangga “Ini Tempat Gw!”
Menyenangkan lho jika tidak perlu repot mencari pengganti setiap tahunnya
Menyenangkan lho jika tidak ada pikiran untuk membubarkan tempat ini
Menyenangkan lho jika tempat ini akan selalu ada hingga berpuluh-puluh tahun mendatang
Coba luangkan sedikit saja waktu. Tidak perlu seharian atau berjam-jam. Sebentar saja.
 Menyenangkan bukan!?

Rectoverso


“Rectoverso”
Kata yang sudah lama terdengar oleh ku
Sudah sangat sering terdengar di telinga ini
Temanku bercerita bahwa Rectoverso ini merupakan buku yang sangat bagus
Namun belum pernah ada kesempatan untuk mengetahui seberapa bagusnya buku ini
Dan kesempatan itu datang hari ini
Saat seorang teman sekedar membuat pengumuman
“ada yang mau pinjam Rectoverso-nya Emma nggak?”
Tanpa pikir panjang aku lantas menyebut diriku sendiri
Malam ini aku akan menilai Rectoverso, mencoba mengetahui dan memahami apa yang orang lain katakan.
Di sinilah aku membaca Rectoverso
Well, kurasa sekarang aku mengerti apa yang dikatakan temanku
Aku suka “Curhat buat Sahabat”, “Cicak di Dinding” dan “Back to Heaven’s Light”
Maknanya sangat dalam
Aku suka tipe-tipe cerita yang seperti itu
Satu hal yang sangat kusuka
Rectoverso memberiku semangat untuk terus menuangkan pikiranku dalam tulisan
Bukan dengan gaya tulisan seperti Dee, Andrea Hirata atau Agatha Christie
Tapi gaya tulisanku sendiri
Gaya tulisan yang cuma aku dan hanya aku yang memiliki
Terima kasih