Senin, 24 November 2014

:(

Source: Path

Celetukan simple dan sederhana emang yang biasanya bikin lebih sakit hati. Jadi sedikit sedih aja dengernya :(

Bukannya gak mau nyari, tapi mau memperbaiki dan mempersiapkan diri dulu. Jadi bila waktunya tiba, bisa segera melangkah ke tahap selanjutnya. Aku gak mau berada dalam suatu hubungan yang semu. Karena itu aku mempersiapkan diri untuk langsung berkomitmen. Adakah yang salah dengan keputusanku ini?

Selasa, 04 November 2014

Bersyukur Reminder #2

Gw lupa tepatnya kejadian apa yang bikin gw kembali mulai berpikir bahwa kehidupan orang lain lebih baik dari gw. Tapi entah kenapa setiap gw berpikir seperti itu, Allah membuat gw melihat kehidupan orang lain yang membuat gw bersyukur atas kehidupan gw. Bukan hanya satu kali, tapi berkali-kali dan berulang-ulang. Hikmah yang diberikan adalah selalu ingat untuk bersyukur atas apa pun, sebesar atau sekecil apapun itu. Dan satu lagi, this is the life I choose. No matter what happened next is the consequences of my choice. Harus selalu istiqomah and remember that it's okay to have a calm life. :‘)

Selasa, 28 Oktober 2014

Royal Pirates - Betting Everything

Betting Everything

(Acoustic Version)

Royal Pirates



I've been living a lie
The world I knew before is a memory
And I keep thinking about her
I never knew I could feel this empty

Oh the price I pay it everyday
I'm wearing myself thin
But I can't stop
I need you

I'm gonna hold on
I don't wanna give you up
I'm betting everything that I've got on you and me

Honey you're the only one
I could never let you go
I've already lost it all if I can't make you see

I'll do anything to win you back for good
I'm betting everything
I'm betting everything

My life was black and white
But you came and colored in my everything
And I don't wanna be blind
But without you there is nothing I can see

Oh the price I pay it everyday
I'm wearing myself thin
But I can't stop
I need you

I'm gonna hold on
I don't wanna give you up
I'm betting everything that I've got on you and me

Honey you're the only one
I could never let you go
I've already lost it all if I can't make you see

I'll do anything to win you back for good
I'm betting everything
I'm betting everything

Come back to me
Come back to me
Come back to me
Come back to me

I'm betting everything
It's only you
It's only you

Jumat, 26 September 2014

Phil Everly - Let It Be Me

Let It Be Me


Phil Everly
Ost. Flipped


I bless the day I found you
I wanna stay around you
Now and forever
Let it be me

Don't take this heaven from one
If you must cling to someone
Now and forever
Let it be me

Each time we meet love
I find complete love
Without your sweet love
Oh what would life be

So never leave me lonely
Say that you love me only
And that you'll always
Let it be me

Say you'll always
Let it be me

***

So hangover after watched this sweet and romantic movie <3

Jumat, 19 September 2014

Bersyukur Reminder

Pernahkah kalian membaca sebuah quote di jejaring sosial yang intinya 'bersikap baiklah pada setiap orang yang kau temui, karena mereka sedang menghadapi masalah yang tidak kau ketahui.'? Pernah? Tidak pernah? Karena postingan ini akan membenarkan pernyataan tersebut.

Beberapa minggu lalu, seorang teman mengajak untuk ketemuan, untuk curhat dan diskusi seperti biasa. Biar bisa berangkat bareng, gw diminta dateng ke rumahnya yang ada di dekat area stasiun. Karena saat itu juga waktunya magrib, jadi gw sekalian sholat di rumahnya. Dia merendah bahwa rumahnya adalah gubuk. Menurut gw gak seperti itu, tapi memang ya perlu perbaikan di beberapa tempat. Sama seperti rumah Kakek dan Nenek gw yang ada di Bandung.

Setelah sholat dan berpamitan sama Ibunya, kami pun pergi ke tempat roti bakar untuk ngobrol. Sesampainya di sana, dia pun mulai cerita kehidupan masa SMA-nya dulu. Dia dan gw adalah teman SMP, bagian dari 2C dan 3C. Kami memiliki kondisi yang gak jauh beda. Ayah kami sama-sama udah gak ada. Ayah gw gak ada saat kelas 3 SMP dan Ayahnya saat 1 SMA. Setelah masa yang menyedihkan itu, kami sama-sama merasakan masa-masa gak ada pemasukan di keluarga kami masing-masing dan harus menyesuaikan keadaan dengan kondisi serba terbatas. Tidak perlu diceritakan secara detail. Mendengar kisahnya, jauh di dalam hati gw sangat bersyukur. Keadaan kami gak jauh beda, tapi gw masih bersyukur karena gak mesti melewati apa yg dia lakukan. Sampe saat ini gw sangat salut dan menghormati dia. Dia hebat! Dari kisahnya gw belajar bahwa gw harus bersyukur karena ternyata ada orang yang kehidupannya lebih di bawah gw.

Di lain waktu, gw berkesempatan berbagi kisah dengan seorang teman lainnya. Teman yang satu ini adalah teman kuliah meski beda jurusan, dan kami adalah trainmate. Kami sering ketemu karena naik kereta yang sama. Karena itu kami jadi sering bertukar cerita.

Awal dari diskusi adalah ajakan travelling yang berujung ke pengeluaran bulanan. Jadi dia ngajak travelling, gw bilang gak ada duit, dia bilang lagi tabungan dari gaji kan udah banyak, dan gw bales dikira gaji gw buat gw sendiri. Berawal dari situ. Dia nanya buat apa aja gaji gw. Setelah gw kasih tau, dia nanya lagi ayah gw kemana. Trus akhirnya gw kasih tau dia.

Gak berapa lama, gw makan malem sama dia. Saat itu lah kami bertukar cerita. Gw cerita tentang keluarga gw dan begitu pun dengan dia. Dia cerita tentang ibunya yang udah gak ada, ibu baru, juga kondisi adiknya. Gw gak pernah nyangka ternyata kehidupan yang dia jalani seperti itu, yang gw tau dia cuma travelling, travelling dan travelling. Mendengar ceritanya gw merasa bersyukur. Begitu pun sebaliknya, dia merasa bersyukur mendengar cerita gw. Saat itu, mata gw pun terbuka. Bahwa kehidupan yang kami alami masing-masing itu emang kondisi terbaik untuk kami.

Di lain waktu gw berkesempatan bertukar cerita dengan seorang teman kuliah. Saat ini kami menjadi lebih dekat karena satu dan lain hal. Dia sering cerita kondisi keluarga dan lainnya. Karena dia udah cukup terbuka untuk cerita tentang dia, gw pun akhirnya cerita tentang gw. Tentang kehidupan kuliah gw yang sama sekali belum pernah gw ceritain ke teman lainnya. Di akhir cerita dia terkesan simpati dengan gw dan hidup gw. Tapi sebenarnya gw yang justru simpati kepada dia. She has such a complex family conditions. Dia hebat bisa menghadapi semua itu.

Dari semua pengalaman tersebut, gw tiba-tiba ingat quote yang tadi gw tanyain. Ternyata itu benar. Mengutip sedikit dari buku yang baru-baru ini selesai gw baca. Mungkin seseorang terlihat ceria di luar. Tapi kita tidak tau bagaimana saat dia sendirian. Apa yang dia rasakan, apa yang telah dialami dan apa yang sedang dihadapinya. Lagipula masalah seperti itu tidak bisa diceritakan kepada sembarang orang. Gw pun akhirnya cerita hal yang selama ini gak pernah diceritakan karena tidak semua orang bisa diajak bicara tentang hal itu, dan tidak ada yang cukup terbuka untuk membicarakan masalahnya yang sensitif. Karena itu, begitu ada yang terbuka dan berada di kondisi yang gak jauh beda dari gw, gw baru bisa cerita. Seperti ada perasaan senasib gitu. Tentu tujuannya bukan untuk menyombongkan keadaan. Tapi lebih berbagi kisah dan pengalaman yang membuat kita bersyukur dengan kondisi masing-masing.

Mungkin kita pernah mengeluh mengapa begini? Mengapa begitu? Tapi pernahkah memikirkan apa yang terjadi jika tidak seperti ini? I do. I do thinking a lot. Dan di akhir pemikiran kesimpulannya selalu sama. Meski yang gw alami gak mudah, tapi gw bersyukur dengan apa yang telah terjadi. Gw yang kayak gini ada karena apa-apa yang udah gw lewatin. Mungkin ya gw sedikit iri pada kehidupan teman-teman gw yang lain. They seemed so happy hanging out in famous cafes and travelling everywhere. Tapi saat gw mencoba jujur ke diri gw sendiri, gw gak suka pergi-pergian. Mendingan di rumah ngelakuin entah apa. Pada dasarnya gw emang himono-onna sih hahaha.. Dan sebenarnya gw pun merasa gak nyaman ada di tempat seperti itu. Ada perasaan kaya ‘ini bukan tempat gw' dan kalo pergi ke sana pun hanya sekedar ingin merasakan seperti apa sih rasanya dan cukup sekali aja. Pada akhirnya kembali berpikir bahwa keadaan gw yang sekarang emang yang terbaik. Gw yakin pasti temen-temen gw itu juga punya masalah masing-masing, entah apa itu. Jadi yang terbaik dilakukan adalah mensyukuri kehidupan sendiri dan menghargai kehidupan orang lain. Gak perlu iri, karena kehidupan kita sendiri udah jauh lebih beruntung dari banyak orang. Kita aja yang selalu ngeliat ke atas. Lupa ada kehidupan juga di bawah.

And lastly, coba kalian berpikir sebentar, renungkan sejenak apa-apa yang telah terjadi di kehidupan kalian. Sudahkah kalian bersyukur?

Senin, 01 September 2014

In Memorial to Resti Haryani

Jadi gw punya teman. Namanya Resti Haryani. Dia lahir tanggal 04 September 1991. Yup, today is her birthday. Badannya mungil, but still she was very beautiful. Persahabatan antara gw dan Resti dimulai saat SMP kelas 2. Kami menjadi bagian dari kelas 2C dan 3C. Sebuah kelas yang menakjubkan dengan anggota yang sangat luar biasa. Sampai saat ini, anak-anak 3C masih sering ketemuan. Dan saat kita semua berkumpul itu amat sangat menyenangkan. I enjoy myself best. Well, I always enjoy myself, but it feels different when I'm with them.

Gw dan Resti menjadi bagian dari kelas ini. Gw agak lupa gimana posisi duduk waktu kelas 2. Tapi saat kelas 3, gw inget kalo Resti duduk di depan gw. Resti duduk sama Weni dan gw sama Hesti. Karena itulah kami jadi lebih sering ngobrol. Meskipun gw juga deket sama yang lain, kayak Icu, Omah, Nichie, Zahra, dan yang lainnya.

Hal yang akan selalu diingat tentang Resti adalah bagaimana polos dan keras kepalanya dia, juga hobinya pelihara ayam. Saat SMP dulu dia suka banget nanya hal-hal yang aneh. Bahkan kami yang ditanya pun bingung jawabannya apa. Satu pertanyaan yang masih gw inget adalah 'kenapa luar angkasa itu gelap?' Well, saat itu mana gw tau jawabannya. Kami jawabnya juga jadi ngasal, 'di luar angkasa gak ada lampu makanya gelap'. Hahaha.. kocak banget kalo inget-inget masa SMP dulu. Oh ya, dia dulu juga pernah diculik angkot pas pulang sekolah hahaha.. duh gw agak lupa ceritanya tapi hahaha.. Kalo yang ayam, dia emang suka pelihara ayam. Kalo mau ngasih makan, dia cuma bilang 'haaii' terus ayam-ayamnya dateng semua haha.. kocak kan?! Bahkan kalo gak salah dia gak mau makan ayam peliharaannya.

Pas SMA, kami jadi berpencar-pencar. Kebanyakan masuk ke SMAN 1 Serpong (sekarang jadi SMAN 7 Kota Tangsel), karena saat itu SMAN 1 Serpong itu baru berdiri, dan angkatan gw itu jadi angkatan ke-2. Nah, si Resti ini masuk ke SMK Pustek. Pas SMA jadi jarang komunikasi sih, tapi kalo ada acara buka bersama atau halal bihalal kebanyakan pasti dateng.

Gak lama, waktu perkuliahan dimulai and I've spent most of my time in Depok. Begitu pun dengan yang lain, sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Satu-satunya saat kami berkumpul kembali adalah saat acara buka bersama setiap tahun. Meski memori gw agak ngeblur saat itu, gw inget kalo gw, Hesti, Resti dan Weni berkumpul di rumah gw. Kami berkumpul karena pada saat itu Weni yang kuliah di Yogya lagi ada di Serpong, akhirnya kami menyempatkan diri untuk berkumpul. Banyak hal yang dibicarain, walaupun physically jadi makin cantik dan makin dewasa, tapi dalemnya masih sama semua. Sama kaya waktu kelas 3C. And it was so much fun. Sebelum pulang Resti ngasih kami hadiah gitu, semacam pouch batik karena waktu itu dia kerja di butik batik di daerah BSD. Pouch ini dulu sering gw pake buat HP gw, tapi akhirnya jarang dipake lagi karena ribet dan sampe saat ini pouch-nya masih ada di lemari gw.

Tahun 2013, acara annual kami tetep berlangsung. Saat itu lokasinya di Hoka-hoka Bento Flavor Bliss Alam Sutera, karena Rozi (anak 3C juga) kerja di situ. Nah disaat itu, Resti dateng dengan seorang Cowok yang diperkenalkan sebagai pacarnya. Namanya Rizki. Gak butuh waktu lama buat gw tau kalo si Rizki ini emang cocok banget sama Resti. Dia dengan sabarnya meladeni pertanyaan-pertanyaan aneh Resti. Dan saat gw perhatiin, mereka itu cocok banget, saling melengkapi satu sama lain. Setelah Idul Fitri, mereka berdua juga datang untuk bersilaturahim, juga menceritakan rencana mereka berdua untuk menikah. Well, I was so glad about it.

Awal September 2013, Rizki wa gw mau pinjam kamera gw. Dia mau ngelamar Resti pas ulang tahunnya, yup, exactly last year. Karena saat itu gw lagi survey Maratua, jadinya gw gak bisa pinjemin kamera dan cuma bisa ngucapin selamat untuk mereka berdua. Gak lama, undangan dari mereka berdua datang. Mereka berdua langsung nganterin ke rumah gw. Saat itu kayanya gw lagi lembur, jadi yang nerima undangan mereka Nyokap gw.

Akhirnya Desember pun tiba, gw dari kantor langsung ke tempat resepsi. Saat itu gw bareng sama Tya, Hesti dan Weni. Sebelum kami sampe tuh si Resti nge-wa mulu nanyain 'kapan dateng?' Gw bales kalo kami masih di jalan. Pas kami tiba di sana dia seneng banget. Di sana juga ada temen-temen yang lain, udah dateng duluan. Kami gak bisa lama-lama karena udah malem juga. Akhirnya sebelum pulang kami foto-foto dulu yang pasti hahaha..

Time goes by, udah lama gak komunikasi. Terus Resti nge-wa kata'a dia lagi sakit, sesuatu yg berkaitan sama kelenjar getah bening. Dia sampe bilang kalo dia gak boleh hamil dulu sama dokternya. Tau gitu, gw sama Hesti dan Weni rencana mau jenguk dia, tapi entah kenapa akhirnya gak jadi. Sampe tiba kembali bulan Ramadan tahun ini, agenda tahunan mulai diomongin lagi. Tahun ini Resti bilang dia bakal nyusul, karena nunggu Rizki pulang kerja dulu. Dia juga bilang mau ngajak adik iparnya. Tapi mendekati hari-H, dia jadi gak bisa dateng karena dirawat di rumah sakit, dia harus operasi pengangkatan abses gitu. Akhirnya pada saat buka bersama, kami ngerencanain untuk ngejenguk Resti keesokan harinya.

Sehari setelah buka bersama, gw, Icu, Panji, Hesti, Weni dan Iis pergi untuk ngejenguk Resti. Saat itu dia masih ada di kamar inap biasa. Dia juga masih bisa bercanda, kami cuma bisa geleng-geleng aja ngedenger cerita-ceritanya hahaha.. Saat itu kami juga nyuruh dia buat makan, karena dia gak mau makan sebelum suaminya dateng. Tapi karena kami paksa, akhirnya dia makan juga hahaha..

Everything went normally until I got messages from her husband. Dia minta temen-temen kasih support ke Resti, karena dia udah 5 hari di ICU. Sakit apanya bakal dikasih tau pas di rumah sakit. Jujur kaget banget lah gw baca pesannya itu. Pesannya itu langsung gw forward ke grup 3C. Saat itu hari selasa kalo gak salah, karena weekday itu agak sulit buat pulang cepet, gw minta tolong ke Iis yang hari rabu bakal jenguk kalo yang lainnya paling cepet baru bisa jenguk hari jumat. Jujur gw agak ngeri. Gw sempet nanya apakah kelamaan kalo jenguknya hari jumat, takut kenapa-kenapa gitu lho. Dan kami juga gak tau penyakitnya apa. Satu-satunya yang bisa kami lakuin ya ngandelin Iis. Karena dia yang bakal jenguk duluan.

Udah hari kamis, gw rada bingung kenapa Iis gak ngabarin. Akhirnya gw wa dia, nanya gimana kondisinya Resti. Dan dia bilang kondisinya Resti udah parah banget, dia apatis, udah gak bisa ngomong lagi. Dia juga udah dipasangin alat gitu. Dan dia kena kanker vulva, kanker di area alat kelamin perempuan gitu. Gw denger cerita dari Iis langsung merinding. Dia gak ngasih tau di grup karena ada nomor Resti yang lain. Takut nyinggung Rizki gitu. Setelah nomornya Resti di-remove, baru Iis ceritain di grup. Gw pun mencoba wa personal biar banyak yang dateng, karena perasaan tuh udah gak enak.

Hari jumat. Gw pulang cepet, udah minta izin sama Pak Aris dan alhamdulillah dibolehin. Gw janjian sama yang lain di BSD Square, tapi pada akhirnya berangkat berdua sama Icu. Karena Rozi dianter pacarnya dan Saumi gak jadi ikut karena ketiduran. Sesampainya di Usada Insani, kami wa Iis karena dia kerja di situ dan nanya detail penyakitnya gimana. Saat itu masih belum kebayang segimana parahnya Resti. Pas Rozi dateng, kami langsung menuju ICU.

Di ICU, gw sama Icu masuk berdua. Dari luar kami gak bisa lihat dia karena ada kolom yang ngehalangin. Saat itu kami masih belum tau. Setelah ditunjuk oleh suster mana Resti, kami baru sadar segimana parahnya dia. Resti jadi kurus banget, literally tengkorak ditambah kulit. Dan itu bukan wajah Resti yang kami kenal. Pandangannya nanar, matanya merah dan alat ada di sekitar tubuhnya. Saat kami bilang kalo kami dateng ke situ jenguk dia, matanya jadi berair dan dadanya naik turun. Gak jauh beda kayak orang nangis sesengukan. Tapi dia tetep diam. Kami bilang bahwa kami mau jalan-jalan, karena itu dia harus cepet sembuh. Gw sempet megang tangannya dan tangannya itu terasa panas. Sempet ketemu sama ibunya juga di dalam, tapi keluar duluan. Saat keluar dari ICU, gw udah gak bisa nahan tangis. Sedih banget kondisinya Resti kaya gitu. Tapi gw buru-buru ngelap air mata gw karena gw gak enak sama ibunya Resti. Saat Rozi dan Iis masuk, gw ngeliat Rizki lagi nangis di pundak temennya. Dan itu menyedihkan banget.

Akhirnya pas udah sampe di rumah, gw nge-wa temen-temen deket buat jenguk Resti karena kondisinya udah separah itu. Gw takutnya kalo besok-besok gak ada kesempatan lagi. Pas sholat Isya, itu bener-bener khusus doain Resti. There are some thought I can't avoid and some feelings I can't deny :‘(

Keesokan paginya, gw bikin kartu ucapan buat Farah dan Cut. Mereka wisuda sabtu itu. And suddenly my phone rang. Rizki telepon gw dalam kondisi nangis dan suaranya parau gak jelas. Tapi gw cukup tau apa yang mau dia sampein. Resti udah gak ada pagi itu. Perasaan campur aduk. Gw langsung kabarin di grup, juga telepon beberapa orang. Saat telepon itu, gw gak sanggup gak nangis. Setelah sedikit tenang dan udah janjian dengan yang lain, gw pun berangkat ke rumahnya yang jadi tempat persemayaman terakhir. Dan akhirnya gw memutuskan untuk gak pergi ke Depok.

Saat gw sampe di rumahnya, Resti masih belum dateng dan gw disambut teriakan histeris dari rumahnya. Mungkin itu suara Reni, adiknya. Setelah gak lama, akhirnya Resti dateng. Berbalut kain putih dan digotong. Saat itu tangis gw tumpah semua. Sama sekali gak bisa ditahan untuk beberapa detik. Temen gw -Azizi- cuma bisa nenangin sambil ngelus-ngelus kepala gw. Jadi kayak anak kecil nangis gitu. Saat tangis gw mereda, gw ketemu Rizki. Salaman dan giliran tangisnya yang tumpah. Dia hampir gak sadarkan diri gitu. Gimana gak nangis lagi gw ngeliat kayak gitu. Si Azizi lagi-lagi nenangin gw. Gak lama Rozi dateng. Dia langsung meluk gw dan nangis beberapa saat. Dia bilang feeling-nya udah gak enak dari kemaren, tapi gak nyangka akan secepat itu. Satu per satu temen-temen gw mulai berdatangan. Icu sempet bilang kalo Resti itu minta dijenguk kami banget ya? Karena gak lama kami jenguk dia udah gak ada. Mungkin ada benernya juga karena dia selalu nyeritain tentang kami ke Rizki. Rizki juga sempet bilang kalo Resti bahagia banget tahun ini ada buka bersama lagi, dan dia gak sabar untuk dateng. Tapi mau gimana lagi, kondisinya gak memungkinkan.

Setelah gw baca Yasin untuk Resti, gw menghampiri dia dan meminta maaf sambil berbisik di telinganya. Saat gw liat wajahnya, itu lebih wajah Resti dibanding wajah Resti yang kemaren gw liat di ICU. Setelah dimandiin, beberapa temen cowok ikut nyolatin dia. Setelahnya, langsung dibawa untuk dimakamkan. Karena lokasinya agak jauh, jadi nganternya pake kendaraan. Alhamdulillah, banyak teman-teman yang bisa ikut sampe akhir. Pada saat berdoa, entah kenapa semua memori gw tentang Resti flashback, dan bikin gw sedikit netesin air mata lagi. Saat mau pulang, gw liat nama nisannya dan itu beneran nama dia. It's hard to believe. Tapi gw ikhlas kok. Ini apa yang Allah pikir terbaik untuknya.

Selamat tinggal Resti. Sayonara. Semoga kamu tenang di sisi-Nya. Semoga dosa-dosa kamu diampuni oleh-Nya. You're a good friend to me. Aku minta maaf untuk semuanya dan aku berterima kasih untuk semuanya. Love you, Res :* :‘)

In memorial Resti Haryani
(04 September 1991 - 30 Agustus 2014)

Kamis, 21 Agustus 2014

Yumi Arai - Hikouki Gumo

Hikouki Gumo


Yumi Arai
Ost. The Wind Rises




Romanizations

shiroi sakamichi ga sora made tsuzuiteita
yurayura kagerou ga ano ko wo tsutsumu
daremo kizukazu tada hitori
ano ko wa nobotte iku
nanimo osorenai soshite maiagaru

sora ni akogarete sora wo kakete yuku
ano ko no inochi wa hikoukigumo

takai ano mado de ano ko wa shinu mae mo
sora wo mite ita no ima wa wakaranai
hoka no hito ni wa wakaranai
amari ni mo wakasugita to
tada omou dake keredo shiawase

sora ni akogarete sora wo kakete yuku
ano ko no inochi wa hikoukigumo

sora ni akogarete sora wo kakete yuku
ano ko no inochi wa hikoukigumo


Tranlations

The white slope continued on to the sky
Wavering, ephemerality envelops her
Unnoticed by anyone, all alone,
She is ascending
She fears nothing, and soars up high

She admires the sky, is dashing through the sky
Vapour trails are her life

At that high window, even before her death,
She looked to the sky, and now they don’t understand
Other people don’t understand
They only think that
She was too young, but she is happy

She admires the sky, is dashing through the sky
Vapour trails are her life

She admires the sky, is dashing through the sky
Vapour trails are her life


Source: http://heresiarchy.tumblr.com/post/48096466400/lyrics-translation

Rabu, 20 Agustus 2014

Anri Kumaki - Hello, Goodbye & Hello

 Hello, Goodbye & Hello

 Anri Kumaki
Ost. Children Who Chase Lost Voice From Deep Below











Romanizations

Hello, Goodbye & Hello
Kimi ni atte ima kimi to sayonara
Hello Goodbye & Hello
Soshite kimi no inai kono sekai ni Hello

Hontou no sayonara o shiranakatta ano toki
Kowareyuku kokoro wa zutto kimi o sagashiteta
Moshimo todoku no naraba tsutaetakatta koto ga takusan aru
Subete no kimochi de kimi no egao o tayasazu
soba ni itai to chikau yo

Hello, Goodbye & Hello
kimi ni atte ima kimi ni sayonara
Hello Goodbye & Hello
soshite kimi no inai kono sekai ni Hello

Omoide ya nukumori wa kimi e to tsudzuku ito
Tadottemo mitsukaranai sore dake o mitsuketa
Nakushitakunai negai ichiban tooi hoshi dato omotta yo
Sora wa hirogaru asu no you ni hatenai keredo
te o nobashitai yo

Hello, Goodbye & Hello
Kimi no koto o itsumo wasurenai yo
Hello, Goodbye & Hello
Soshite kono michi o aruite yukunda

Kimi o suki ni natta toki kara hajimatteita kono tabi

Hello, Goodbye & Hello
Kimi ni atte ima kimi to sayonara
Hello, Goodbye & Hello
Soshite kimi no inai kono sekai ni Hello

Hello, Goodbye & Hello
Kimi ni atte ima kimi ni sayonara
Hello, Goodbye & Hello
soshite kimi no inai kono sekai ni Hello


English Translations

Hello, Goodbye & Hello
I've met you  and I'm going to say goodbye to you now
Hello, Goodbye & Hello
And to this world without you, I'm going to say  Hello

Back then when I didn't know what a real goodbye meant
I kept on searching for you with my crumbling heart
There were so many things I wanted to tell you  if only they would reach you
I vow to be by your side
And to make you constantly smile with all of my feelings

Hello, Goodbye & Hello
I've met you  and I'm going to say goodbye to you now
Hello, Goodbye & Hello
And to this world without you, I'm going to say  Hello

Our memories together and your warmth make up the string leading me to you
But I can't find you even when I followed that string  that fact was the only thing I found
I thought the wish I didn't want to lose  was the star farthest away
Though the sky stretches out endlessly, just like tomorrow
I still want to reach out my hands

Hello, Goodbye & Hello
I will never forget you
Hello, Goodbye & Hello
And I'm going to keep walking on this road

On this journey, starting from the moment I fell in love with you

Hello, Goodbye & Hello
I've met you  and I'm going to say goodbye to you now
Hello, Goodbye & Hello
And to this world without you, I'm going to say  Hello

Hello, Goodbye & Hello
I've met you  and I'm going to say goodbye to you now
Hello, Goodbye & Hello
And to this world without you, I'm going to say  Hello


Source: animelyrics.com

Jumat, 15 Agustus 2014

Tired :(

Jadi ceritanya temen-temen gw, ngerencanain mau jalan-jalan ke Sawarna. Pada tau Sawarna kan!? Kalo gak, try google it. As you can expected dari percakapan di grup adalah ketidakpastian. Jadi ato gak? Kapan? Siapa aja? Too much talk. No one actually did something. Sampe akhirnya gw jadi gerah sendiri. Mulai deh tuh wa ke masing-masing anggota grup, bisanya tanggal berapa. At least kalo udah diomongin dari jauh hari, kita bisa ngeluangin waktu dong. Harusnya sih gitu.

Akhirnya tanggal udah fix. Harusnya sih agenda selanjutnya itu bikin semacam panitia kecil gitu. But no comment about it at all. Oke, akhirnya kena ke gw lagi. Di awal, masih ada beberapa temen yg bantuin. Tapi makin ke sini kayanya gw jadi sendirian. Untung ada salah satu temen yg bisa bantuin tentang sewa mobil ama penginapan. Meski akhirnya gw yang nge-book juga penginapannya, at least I had someone to talked to about this trip.

Akhirnya waktunya makin dekat, mulai deh berguguran. Yang satu ada urusan, yang satu ada proyek yang gak bisa ditinggalin dan yang satu gak enak tukeran shift. Huft.. Padahal ampe bela-belain berangkat sore biar yang sabtu kerja bisa ikutan, eh malah salah satunya akhirnya gak bisa juga.

Sebenernya tujuan dari postingan ini adalah menyuarakan apa yang ada di pikiran gw. Because no one to talked to. And honestly, there are some thoughts I can't avoid and some feelings I can't deny. Yap.. I've been too tired. No one seems care enough to help. I'm disappointed. Gw tau kalo acara-acara kaya gini emang harus ada yang ikhlas direpotin. Tapi bukan berarti gak dibantuin juga kan!? Gw gak tau, entah apa gw-nya yang lagi sensitif? Tapi rasanya tuh sedih. Semacam gak dihargai gitu.

Still, everything happens for a reason. Sepertinya gw harus jadi lebih ikhlas lagi ngekoordinirnya. Keep thinking positively. Mungkin yang lain ingin membantu tapi tidak diizinkan keadaan. Mungkin yang batal ikut juga sebenernya pengen banget ikut tapi lagi-lagi keadaan yang bikin mereka jadi gak ikut. Gw kesel di sini, tapi siapa tau mereka juga kesel di tempatnya masing-masing. Gw gak tau keadaan mereka gimana. Gw gak tau apa yang ada di hadapan mereka. I don't wanna judge their problems. Because I know that no one has it easy. Me too. Pelajaran lainnya adalah memberikan respon kepada mereka yang lagi nyusun kumpul-kumpul ato ketemuan. They are kind enough to spend their times on it. And now I know how frustrating it is to be ignored. Hopefully, hal ini bisa bikin gw jadi lebih dewasa lagi. Amiiin...

Selasa, 29 Juli 2014

Delapan Tahun

Delapan tahun itu waktu yg terkesan lama namun tanpa disadari berlalu begitu saja. Hal yang terjadi akhir-akhir ini selalu berkaitan dengan delapan tahun itu. Sempat juga dibuatnya jadi manusia galau. Jadi lucu dan sedikit malu kalau diingat lagi hahaha...

Dalam delapan tahun itu, banyak sekali hal yang terjadi pada ku, pada mu, padanya dan pada mereka. Memang tidak bisa diingat semua, tapi pasti ada hal-hal berkesan yang selalu ingin diingat, bukan?!

Pertanyaan untuk diri sendiri beberapa hari lalu, 'Delapan tahun itu gak mungkin tanpa arti kan?!' Mencari jawabannya dengan meminta petunjuk dari Yang Maha Kuasa, hingga akhirnya Yang Maha Kuasa memberikan jawaban atas doa-doaku tentang hal ini.

Akhirnya sekarang aku berdiri di akhir kisah. Mengerti bahwa delapan tahun itu memang gak mungkin tanpa arti. Ternyata terdapat jutaan pelajaran hidup yang diberikan dari waktu delapan tahun itu. Diantaranya puluhan pelajaran yang baru bisa aku dapatkan di akhir kisah. Aku sangat bersyukur kisah delapan tahun ini telah berakhir, meski diakhiri dengan yang hal yang tidak terduga hahaha...

Karena kisah ini, aku jadi semakin percaya bahwa Yang Maha Kuasa memang selalu mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya. Yang harus selalu kita lakukan adalah mendekatkan diri pada-Nya dan selalu percaya pada timing-Nya. Dia Maha Mengetahui atas segala hal yang terbaik bagi hamba-Nya. So keep praying and believing :)

Oh ya, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435H. Minal aidin wal faizin, semoga kita termasuk orang-orang yang kembali fitri dan meraih kemenangan. Mohon maaf lahir dan batin yaa..

Minggu, 18 Mei 2014

Gaya Gw ;)

Assalamualaikum wr. wb.

Hola! It's really been a long time since my last post. *Guess I keep saying this line in the beginning lately hahaha...*

Sebenarnya udah lama banget mau nulis, tapi kok rasanya males ya? :s
Selain itu gw juga sebenarnya mencari-cari gimana gaya tulisan gw. Gw sih kalo bisa, pengennya bikin tulisan macam tulisannya Kurniawan Gunadi, Kuntawiaji atau siapa pun yang tulisannya itu bisa menginspirasi orang lain. Ditambah sedikit bahasa puitis yang bikin maknanya lebih mengena. Bikin tulisannya tetap terngiang-ngiang, walaupun udah dibaca dari entah kapan. Wish I could write like that.

Tapi setelah dicoba, kok rasanya aneh ya. Gw-nya ngerasa tulisan gw gak bagus dan gak nyaman juga bacanya. Kalo dibaca ulang tuh rasanya malu gimanaaa~ gitu.

Sampai akhirnya gw berpikir bahwa tulisan yang seperti itu emang bukan gw. Meskipun sedih, akhirnya gw belajar untuk menerima bahwa gw gak bisa bikin tulisan yang kayak gitu.

Gw lebih nyaman gaya menulis yang seperti ini, menulis apa pun yang ada di pikiran gw. Karena setelah dipikir-pikir, gw tuh emang kayak gini. Temen-temen sampe pada bilang bahwa gw itu ngomongnya dalam. Padahal gw hanya menyampaikan apa yang ada di pikiran gw aja. Well, mungkin emang harus belajar untuk jaga lisan juga sih haha.. :|

Selain itu, gaya menulis yang seperti ini somehow bikin gw ngerasa kalo gw lagi ngomong sama kalian. Rasanya jadi deket, padahal entah ada yang baca atau gak hahaha...

Oh iya, beberapa waktu lalu ada yang hubungin gw terkait tulisan gw tentang Pulau Maratua di blog ini. Katanya mereka lagi nyari artikel tentang infrastruktur di sana dan nemu blog gw. Orangnya sampe nelpon gw lho. Katanya tulisan gw menarik. Padahal setelah gw baca lagi ternyata bikin malu sendiri hahaha.. Tapi rasanya bahagia saat tau tulisan gw bisa bermanfaat untuk orang lain. Jadi satu poin tambahan untuk melanjutkan gaya menulis seperti ini.

Yap. Intinya sekarang gw gak perlu galau lagi sama gaya tulisan orang lain. Bersyukur dan menikmati asyiknya menulis, gak peduli bagus ato gak. Selama gw merasa nyaman dan tulisan gw bisa sedikit bermanfaat untuk orang lain, kenapa gak?! ;)

Rabu, 12 Maret 2014

Penyesalan Terbesar

Tadi sore dapat kabar duka dari seorang teman. Tanpa pikir panjang, setelah pulang kerja gw pergi ke rumahnya. Terima kasih kepada seorang teman yang sangat baik karena udah mau jemput gw di stasiun. Sesampainya di rumah duka, gw nyari temen gw itu dan saat ketemu matanya sembab banget. Wajar. Orang yang disayangi sudah pergi untuk selamanya.

Selama di sana, gw jadi inget gw sekitar 8 tahun yang lalu. Ada di posisi yang sama. Pelupuk mata mulai panas saat mengingatnya. Saat itu gw masih terlalu immature. I never know what I got till it's gone. Jika waktu bisa diputar kembali, gw ingin minta maaf karena belum bisa jadi anak yang baik dan berbakti, minta maaf karena belum bisa ngebahagiain, minta maaf karena sering ngecewain dan minta maaf karena gak bisa lebih jujur dalam ngutarain rasa cinta, kasih dan sayang gw. Minta maaf untuk semua hal. Seharusnya dulu gw bisa lebih menghargai waktu saat kita masih bersama dan ngelakuin apa yang gak bisa gw lakuin sekarang. Too painful that it hurts me so bad. Maaf. Maaf. Maaf untuk semuanya. Maaf. Maaf. Ya Allah hamba mohon biarkan beliau tenang di sisi-Mu.

Jika mengingat dulu, benci dan malu sama diri sendiri. Butuh bertahun-tahun untuk gak nangis saat lagi membicarakan topik tentang ayah. Beruntung dan bersyukurlah kalian yang masih bisa melihatnya setiap hari. Tell him that you love him. Karena bisa jadi ucapan itu gak akan pernah bisa disampaikan.

Selasa, 18 Februari 2014

Really Nice Talk :')

Last night, I was having a really nice talk with my very dear friend, Icu. Here they were:

Me : 
Makasih Cu, tapi satu lagi gw mau nanya. Kalo kata si Ichsan, gw belum bisa punya cowok karena gw gak terbuka. Gw akui selama ini gw gak pernah punya hubungan khusus dengan cowok karena ada perasaan takut gitu Cu.
Icu : 
Iya..
Me :
Mungkin gw udah tau jawabannya. Perlu diyakinin aja sepertinya.
Icu : 
Kenapa takut Da? Ini menarik.. Lo cerita sama gw.. Gw berasa lagi ngaca.. Go on Da.. Apa yang lo takutin
Me :
Kenapa ya? Hmm.. Mungkin karena gak terbiasa. Jujur itu sih yang gw rasain. Kenapa lo berasa ngaca Cu?
Icu : 
Gw karena takut.. Gw trauma.. Ga trauma sih.. Tapi males.. Ngabisin waktu bertahun-tahun sama orang yang salah.. 4 tahun sama Rafi.. 2 tahun sama yang di Kaltim.. I've learn alot from them. Terus aku broken home juga.. Terbiasa mandiri.. Apa-apa dikerjain sendiri. Jadi kadang mikir esensi punya pasangan apah? Dan sejauh ini belum nemu yang pas..
Me :
Sejauh ini ada beberapa kemiripan kita Cu.
Icu : 
Sama sih Da.. Intinya KEYAKINAN itu datang dengan sendirinya.. Yakin adalah yaa tanpa kita harus diyakinin orang.. Kita yakin sama pilihan kita. Mungkin belum aja nemuin the one.
Me :
Lo dan gw terbiasa mandiri. Gak bergantung orang lain.
Icu : 
Iya.. Wajar sepertinya background perempuan tangguh yang bikin kita kayak gini Da!
Me : 
Kita sama ya Cu. Kita udah tau jawabannya apa untuk masalah kita. Tapi kadang kita masih ingin denger pendapat orang hanya sekedar meyakinkan bahwa jawaban kita benar.
Icu : 
Nah.. Bener banget Da.. Makanya indikator kita buat milih jodoh ya gampang.. yang bisa bikin kita yakin tanpa harus diyakinin orang :) *simpulan sementara
Me :
Satu lagi sih Cu, kalo emang gw ketemu the right one. Gw pengen langsung nikah aja lho. You know why? I know myself best. Kalo gw ketemu orang, terus gw ngerasa nyaman, pacaran, gw pasti mulai bergantung sama org itu. Dan gw tau sebenernya seberapa rapuhnya kemandirian itu saat gw tau kenyamanan bergantung sama orang lain. Ini gw aja sih.
Icu : 
True! Same! Makanya aku lebih milih berteman baik sama semua orang sampe akhirnya aku bertemu 'the right one'. Supaya bergantung pada orang yang tepat for the rest of my life. Waaah ada temennya.
Me : 
Setuju banget Cu. Dari sekian banyak orang ternyata cuma Icu yang sama kaya aku. Jdi terharu :')
Icu : 
Dan makanya sampe temen gw pada bikin ucapan di hari wisuda "inget punya pacar, inget nikah" Segitunya :| Pedahal bukannya gak inget.. cuma mau memilih yang tepat.. Nikah itu bukan perkara gampang soalnya.. Being in relationship is full time job.. I'll do it when I'm ready.. Ready to share my time, my stories, my bad and good times. Bukan do it when I have the chance.. cause it only leaves nothing but pain..
Me : 
Sepakat dan sepaham Cu. Kasian aja orang-orang di sekitar kita gak ada yang ngerti.
Icu :
Gak mau aji mumpung.. mumpung ada yang suka.. ada yang naksir.. Kalo gak klop kenapa jalanin.. state aja dr awal.. He wont waste his time on us then. Iyaaa.. mereka masih tradisional soalnya.. Apalagi sepupu eke udah pada nikah.. Lah eke pendamping wisuda aja kagak ada.. Mereka yang ribed..ahaha.. Bentukan budaya sih Da.. cuma orang-orang yg 'enlighted' yang bisa ngerti *haseek :p
Me :
Ahahaha.. Then we're being blessed. Kalo ketemu mau peluk Icu ah haha.. Thank you for this really nice talk :')
Icu :
Aku jugaaa...aaaakkk *hugs Semangat Da.. We are now reserving our hearts for the one who deserves it :) Akkkkk gak nyangka percakapan macem ini bakal ada.. ;))
Me : 
Semangat juga Cu. It's been long and I miss times like this :') 
Icu :
Aaaaaakkkk iyaa.. Sudah sejak lama dipisah oleh kesibukan.. But it's nice that we still have these things in common :) Seems like it was yesterday kita sering curhat bareng lewat telepon ahaha.. Semangat Ida!! :*
Me :
I'm glad too :')

And the conversation went on the other directions afterward. I'm grateful for having such a very dear friend like her :)

Kamis, 02 Januari 2014

2013 ke 2014


Time sure flies fast! Kalimat yang sama dengan awal postingan terakhir di tahun 2012. Sebelum memulai resolusi untuk tahun 2014 yang sudah datang. Gw mau mengevaluasi pencapaian (?) resolusi tahun 2013. Resolusi untuk tahun 2013 itu ada di postingan terakhir di tahun 2012.

Resolusi #1 – Lulus kuliah tepat waktu
Alhamdulillah.. resolusi pertama tercapai dengan banyak suka dan duka. Gw lulus 4 tahun. Postingan tentang wisuda mungkin bisa dilihat di postingan bulan September. Sekarang di belakang nama gw jadi ada ST-nya. Meski sampai sekarang masih belum terbiasa nulis gelar tersebut hehehe…

Resolusi #2 – IPK di atas 3,00
Alhamdulillah… resolusi kedua ini juga bisa tercapai dengan baik. Meski gak terlalu besar, tapi gw sangat bersyukur IPK gw berhasil di atas 3,00. Gw bangga dengan IPK gw. Kenapa? Karena gw jarang mencontek saat ujian. Pernah nyontek, tapi jarang banget. Selain itu, di saat teman-teman yang lain memilih mata kuliah dosen yang mudah memberikan nilai, tapi sifat dosennya gw kurang suka dan gw gak pernah ngerti kalau diajarin beliau, gw ngambil mata kuliah yang gw anggap seru. Meskipun sedikit yang ambil dan dosennya juga sangat objektif. Tapi gw senang. Nilai A yang sangat jarang gw dapatkan juga bukan jadi parameter buat gw. Intinya gw sangat senang dan bersyukur dengan kehidupan kuliah gw.

Resolusi #3 – Bisa langsung dapat kerja mengenai lingkungan, lebih baik lagi kalau di daerah Jakarta atau Tangerang
Alhamdulillah… resolusi ketiga juga bisa tercapai. Meskipun di awal merasa gimana gitu, mungkin bisa dilihat di postingan sebelumnya. Tapi sampai saat ini gw bersyukur karena bekerja di bidang gw. Selain itu gw juga bisa jalan-jalan ke luar daerah. Lingkungan kerja di sini juga begitu menyenangkan. Meskipun tidak begitu dengan para petingginya. Tapi kalau bisa gw ingin menyerap ilmu sebanyak-banyaknya sebelum keluar atau berpindah ke konsultan lingkungan lainnya. Gw ingin terus menekuni apa yang sedang gw lakukan sekarang. Mungkin dibahas lebih lanjut di resolusi.

Resolusi #4 – Gw dan keluarga tetap diberikan kesehatan
Alhamdulillah… yang ini juga bisa tercapai. Mungkin harus lebih rajin olahraga kedepannya ya haha…

Kaleidoskop tahun 2013 mungkin secara gak langsung udah dijawab di resolusi di atas. Untuk resolusi tahun 2014:
  • Bisa beli tablet sendiri #plak 
  • Bisa lebih lancar main gitar
  • Bisa lebih baik lagi di bahasa Korea 
  • Score TOEFL PBT bisa di atas 550 
  • Bisa apply ke beberapa beasiswa di Eropa, Korea atau Jepang
  • Bisa tetap manajemen waktu dengan baik sehingga bisa dapat beberapa proyek sampingan fufu…
  • Bisa dapat sertifikasi Anggota Tim Penyusun AMDAL
  • Bisa manajemen keuangan lebih baik lagi
Ulang tahun? Hahaha… tahun ini jadi lebih sepi ucapan dari tahun sebelumnya. Hanya beberapa teman dekat dan beberapa teman lainnya yang tidak disangka-sangka hehehe… oh ya, karena gak ada publikasi ulang tahun di medsos mana pun, rasanya jadi kayak ulang tahun di hari biasa. Mereka yang ingat bukan karena hari besarnya, tapi karena ulang tahunku. Rasanya senang sekali mendapat begitu banyak perhatian dari lingkungan sekitar. Karena rasanya begitu menyenangkan, aku juga ingin membuat orang lain merasa hal yang sama :’)

Terima kasih untuk semuanya di tahun 2013 dan yoroshiku onegaishimasu untuk tahun 2014 :)