Sabtu, 25 Februari 2012

Mulutmu Harimaumu, maka Hindari Bicara Buruk (dari Hadist)

artikel ini diambil dari sini.
entah akhir-akhir ini rasanya lisan ini harus dijaga. bahkan sempat membuat salah seorang temanku sakit hati. sekalinya kejadian langsung merasa menyesal banget. mulai sekarang lisan ini harus benar-benar dijaga.
artikel ini juga sekalian mengingatkan teman-teman yang mungkin mengalami hal yang sama.

Ada Beberapa Hadist yang identik dengan judul tulisan ini. Mau tahu…? Yuk disimak. Karena ini pesan Nabi yang diriwayatkan oleh para sahabat, alangkah afdolnya bila bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan kita.
  1. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam. (HR. Bukhari) 
  2. Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulut) dan di antara kedua pahanya (kemaluan) niscaya aku menjamin baginya surga. (HR. Bukhari) 
  3. Barangsiapa akhir ucapannya “Laa ilaaha illallah” ‘Tiada Tuhan selain Allah’ niscaya dia masuk surga.( HR. Abu Dawud) 
  4. Sesungguhnya di antara ungkapan kata dan keterangan adalah sihir. (HR. Bukhari) 
  5. Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad). Bicara di saat emosi atau marah dapat menyesatkan. 
  6. Diam (tidak bicara) adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya. (HR. Ibnu Hibban) 
  7. Sesungguhnya Allah melarang kamu banyak omong, yang diomongkan, dan menyia-nyiakan harta serta banyak bertanya. (HR. Asysyihaab) 
  8. Apabila ada orang yang mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui pada dirinya karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk dia. (HR. Ad-Dailami) 
  9. Barangsiapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula dosanya, dan barangsiapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya. (HR. Ath-Thabrani) 
  10. Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi) 
  11. Berhati-hatilah dalam memuji (menyanjung-nyanjung), sesungguhnya itu adalah penyembelihan. (HR. Bukhari) 
  12. Seorang memuji-muji kawannya di hadapan Nabi Saw, lalu beliau berkata kepadanya, “Waspadalah kamu, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya (diucapkan berulang-ulang)”. (HR. Ahmad) 
  13. Taburkanlah pasir ke wajah orang-orang yang suka memuji dan menyanjung-nyanjung.(HR. Muslim) 
  14. Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai.”(HR. Muslim) 
  15. Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk. (HR. Bukhari dan Al Hakim) 
  16. Semua umatku diampuni kecuali yang berbuat (keji) terang-terangan yaitu yang melakukannya pada malam hari lalu ditutup-tutupi oleh Allah, tetapi esok paginya dia membeberkan sendiri dengan berkata, “Hai Fulan, tadi malam aku berbuat begini…begini.” Dia membuka tabir yang telah disekat oleh Allah Azza wajalla. (Mutafaq’alaih) 
  17. Yang paling aku takutkan bagi umatku adalah orang munafik yang pandai bersilat lidah. (HR. Abu Ya’la)
Begitu banyak hadist yang mengingatkan untuk bisa menjaga mulut dan lidah agar tidak keseleo, salah ucap atau pun. berpikir dahulu sebelum melontarkan ucapan.
Semoga bermanfaat.

Penulis: Sugiastuti Sri

Selasa, 21 Februari 2012

Ikhlas tidak mudah

Ikhlas dan ke-berserahan. Kata yang sudah lama hilir mudik di telinga kita selama ini, sejak kecil kita sudah diajarkan untuk selalu bersikap ikhlas dan berserah diri, sebagai konsep keimanan kita kepada TUHAN YANG MAHA BAIK.
 
Untuk ikhlas ternyata tidak mudah, diperlukan upaya yang sangat luar biasa hebat menundukkan hati dan pikiran, membuang anasir-anasir buruk dan selalu jujur berkeyakinan bahwa TUHAN bersemayam di lubuk hati terdalam.
 
Pemahaman ini dikemas dengan sangat sederhana karenanya, mohon saran dan masukan baiknya.
 
***
 
1. IKHLAS
Waktunya       : Ada di masa lalu (past)
Godaannya    :
1.1 Baik.
Seperti; musibah, kecelakaan, trauma dan kehilangan.
Tujuannya; introspeksi, belajar sehingga kita akan makin membijak dan bernilai.
1.2 Buruk.
Seperti; sirik, sombong, mengeluh, marah dan tidak terima.
Tujuannya;  menjauhkan dari upaya konsistensi sehingga kita akan selalu menghitung-hitung kepada sesama mahluk ciptaan TUHAN.
 
2. UPAYA/IKHTIAR
Waktunya       : Ada di masa sekarang (present)
Godaannya    :
2.1 Baik.
Seperti; kelelahan, kejenuhan dan beban ekonomi.  
Tujuannya; kreatif berupaya meningkatkan kualitas hidup.
2.2 Buruk.
Seperti; sikap menyalahkan, ego, malas dan ketakutan.
Tujuannya; menjauhkan dari sikap pasrah kepada TUHAN.
 
3. PASRAH/BERSERAH
Waktunya       : Ada di masa yang akan datang (future)
Godaannya    :
3.1 Baik.
Seperti, menjalankan perintah-perintah agama.
Tujuannya, memantapkan hati sehingga meringankan langkah dan pikiran bahwa semua ini adalah atas seijin BELIAU dan pasti ada keuntungan yang terkandung di-baliknya.
3.2 Buruk.
Seperti; ramalan, dukun, keris dan mantra-mantra.
Tujuannya; sudah pasti men-duakan TUHAN. Menyamakan SANG KHALIK dengan hal-hal yang berbau mistis meski berdalih bahwa ini hanyalah sekedar alat saja bukan tujuan. Ya, bisikan  sang penggoda memang datang dengan   berbagai bujuk rayu yang siap saji, perhatikan sesuatu yang instan pasti kentara berdampak negatif dan tidak akan pernah berlangsung lama. Dijamin!
 
Perkenankan kami menyatir syahdunya kalimat guru tersayang kita semua seperti;
 
Katakanlah …. Oh jiwaku, jadilah penguat bagiku. Jadikanlah aku penguasa hidupku, walaupun aku sekecil-kecilnya penguasa. Bila jiwaku kuat, aku akan menari diatas ombak kehidupan. Tetapi bila jiwaku lemah, ombak kehidupan akan menari diatasku. Maka aku akan jadikan jiwaku kuat, agar jiwaku menjadikan aku kuat. Karena aku dan jiwaku adalah satu. (MT - I will Survive).
 
Semoga pemahaman sederhana ini dapat sedikit mengendurkan urat syaraf kita semua atas situasi yang berkembang saat ini guna meraih transisi mental yang di-harapkan.
 
sumber: Teguh Budiwiyono [MTSuperClub] 

Sabtu, 18 Februari 2012

The Radiance

we knew the world would not be the same.
a few people laughed,
a few people cried,
most people were silent.
I remember the line from the Hindu scripture,
the Bhagavad-Gita.
Vishnu is trying to persuade the Prince
that he should do his duty
and to impress him
takes on his multi-armed form and says,
"Now I am become Death, the destroyer of worlds."
I suppose we all thought that,
one way or another

--Oppenheimer

(taken from the Linkin Park's album "A Thousand Suns")

Jumat, 10 Februari 2012

Eminem - Mockingbird

Recently I heard about a song that I like. It’s been along time since I heard that song. The first time I heard that song was in my junior high school years. It’s titled “Mockingbird” and the singer is Eminem. This song addresses Eminem's relationship with his daughter Hailie Jade, his adopted daughter Alaina and his relationship with their mother Kim. This song mixes an original rap dialogue about Eminem's failed marriage, as he apologizes to his daughters with a straight melodic version of the traditional "Mockingbird" lullaby called "Hush, LittleBaby". The second verse was about the difficulties including Kim and Eminem's divorce and the beginning of Eminem's fame (wikipedia). Here are the lyrics:

Yeah
I know sometimes things may not always make sense to you right now
But hey, what daddy always tell you?
Straighten up little soldier
Stiffen up that upper lip
What you crying about?
You got me

Hailie I know you miss your mom and I know you miss your dad
Well I'm gone but I'm trying to give you the life that I never had
I can see you're sad, even when you smile, even when you laugh
I can see it in your eyes, deep inside you want to cry
Cause you're scared, I ain't there?
Daddy's with you in your prayers
No more crying, wipe them tears
Daddy's here, no more nightmares
We gon' pull together through it, we gon' do it
Laney uncles crazy, ain't he?
Yeah but he loves you girl and you better know it
We're all we got in this world
When it spins, when it swirls
When it whirls, when it twirls
Two little beautiful girls
Lookin' puzzled, in a daze
I know it's confusing you
Daddy's always on the move, mamma's always on the news
I try to keep you sheltered from it but somehow it seems
The harder that I try to do that, the more it backfires on me
All the things growing up his daddy that he had to see
Daddy don't want you to see but you see just as much as he did
We did not plan it to be this way, your mother and me
But things have gotten so bad between us
I don't see us ever being together ever again
Like we used to be when we were teenagers
But then of course everything always happens for a reason
I guess it was never meant to be
But it's just something we have no control over and that's what destiny is
But no more worries, rest your head and go to sleep
Maybe one day we'll wake up and this will all just be a dream

[Chorus]
Now hush little baby, don't you cry
Everything's gonna be alright
Stiffen that upper lip up little lady, I told ya
Daddy's here to hold ya through the night
I know mommy's not here right now and we don't know why
We fear how we feel inside
It may seem a little crazy, pretty baby
But I promise momma's gon' be alright

It's funny
I remember back one year when daddy had no money
Mommy wrapped the Christmas presents up
And stuck 'em under the tree and said some of 'em were from me
Cause daddy couldn't buy 'em
I'll never forget that Christmas I sat up the whole night crying
Cause daddy felt like a bum, see daddy had a job
But his job was to keep the food on the table for you and mom
And at the time every house that we lived in
Either kept getting broken into and robbed
Or shot up on the block and your mom was saving money for you in a jar
Tryna start a piggy bank for you so you could go to college
Almost had a thousand dollars til someone broke in and stole it
And I know it hurt so bad it broke your momma's heart
And it seemed like everything was just startin' to fall apart
Mom and dad was arguin' a lot so momma moved back
On the Chalmers in the flat one bedroom apartment
And dad moved back to the other side of 8 Mile on Novara
And that's when daddy went to California with his CD and met Dr. Dre
And flew you and momma out to see me
But daddy had to work, you and momma had to leave me
Then you started seeing daddy on the T.V. and momma didn't like it
And you and Laney were to young to understand it
Papa was a rollin' stone, momma developed a habit
And it all happened too fast for either one of us to grab it
I'm just sorry you were there and had to witness it first hand
Cause all I ever wanted to do was just make you proud
Now I'm sitting in this empty house, just reminiscing
Lookin' at your baby pictures, it just trips me out
To see how much you both have grown, it's almost like you're sisters now
Wow, guess you pretty much are and daddy's still here
Laney I'm talkin' to you too, daddy's still here
I like the sound of that, yeah
It's got a ring to it don't it?
Shh, momma's only gone for the moment

[Chorus]

Now hush little baby, don't you cry
Everything's gonna be alright
Stiffen that upper lip up little lady, I told ya
Daddy's here to hold ya through the night
I know mommy's not here right now and we don't know why
We fear how we feel inside
It may seem a little crazy, pretty baby
But I promise momma's gon' be alright

And if you ask me too
Daddy's gonna buy you a mockingbird
I'mma give you the world
I'mma buy a diamond ring for you
I'mma sing for you
I'll do anything for you to see you smile
And if that mockingbird don't sing and that ring don't shine
I'mma break that birdies neck
I'll go back to the jeweler who sold it to ya
And make him eat every carat don't fuck with dad (haha)

This song is very nice and I can feel that Eminem is really apologize to his daughters about things that happen between him and his wife. And I could know that he really loves his daughters.
This is a really nice song :)

Rabu, 08 Februari 2012

Hambatan dalam komunikasi


Angkuh
Seseorang yang berbicara sok, cenderung menganggap rendah orang lain. Apabila ia berjalan ia mengangkat kepalanya dan menatap ke langit, tidak mau bergaul dengan orang yang lebih rendah daripadaya. Ia selalu merasa lebih tinggi daripada orang lain. padahal rahasia sukse itu terletak pada keterbukaan dan kerendahan hati.

Memikikan diri sendiri
Segala sesuatu dipusatkan pada diri sendiri. Kata ganti orang selalu bepusat pada dirinya: “aku”, “saya”, “punyaku”, “kami”. Pusat pembicaraan selalu tentang dirinya sendiri, keluarganya; orang lain tidak didengar atau diperhatikan. Banyak orang disekeliling kita yang termasuk dalam kategori ini. Orang yang selalu memikirkan diri sendiri hanya mengasihi dirinya saja. Biasanya orang seperti ini cenderung menyombongkan dirinya dan ini menunjukkan rasa kurang tenteram. Mereka memuji diri sendiri karena tidak dipuji orang lain. sebenarnya yang mereka inginkan ialah apa yang dapat mereka peroleh dari orang lain tetapi tidak pernah terpuaskan, termasuk hubungannya dengan orang lain. Komunikasi yang autentik atau hubngan yang saling mengisi tidak akan mungkin terjadi dengan orang seperti ini.

Kurang peka
Salah satu sifat yang terpenting dalam kehidupan ini ialah kepekaan. Kepekaan melahirkan cinta dan kasih sayang antara yang satu dengan yang lain. orang yang kurang peka terhadap lingkungannya, biasanya tidak akan sukses. Cara menciptakan kepekaan ialah membiarkan orang lain membagikan emosi, keinginan dan kecemasan mereka.

Kurang menaruh perhatian
Kadang-kadang kita menaruh perhatian hanya terhadap hal-hal yang kita minati saja dan melewatkan hal-hal yang tidak menarik hati kita. Kita melepaskan diri dari apa yang kurang menarik hati kita dan kita segera memasuki pembicaraan dengan penuh minat apabila kita menyukai bahan pembicaraannya. Kita tidak mendengarkan pembicaraan orang lain mungkin karena kita tidak menyukai pribadi orang tersebut sehingga komunikasi macet.

Salah paham
Pesan yang disampaikan secara lisan seringkali ditangkap secara salah. Pesan itu datang dari luar dan harus diterjemahkan dalam pikiran, Banyak kesulitan yang terjadi karena salah paham dan betaa banyak kesesngsaraan yang diakibatkannya.

Kurang konsentrasi
Waktu mendengarkan lawan bicaranya pukurannya melauang entah kemana. Ia tidak mengikuti seluruh pembicaraan. Biasanya seseorang mengucapkan 125 kata per menit. Sedangkan kemampuan kita menerima komunikasi lisan 4 kali itu. Mendengar ialah suatu keterampilan yang harus dilatih, dilatih dengan mengesampingkan pikiran yang mengganggu pada saat komunikasi berlangsung.

Sumber: 365 Hambatan Menuju Sukses. Wilson Nadeak. 1991

Minggu, 05 Februari 2012

ARTIKEL LIPI : The Thinker: The Price of Green

The Thinker: The Price of Green

Jakarta Globe, July 13, 2010

At the end of May, Indonesia and Norway reached an agreement under which Norway is expected to provide a billion dollars in aid to fund Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD) projects in Indonesia. This agreement is in line with Indonesia's determination to reduce its level of greenhouse gas emissions by 26 percent, or 41 percent with international support, by 2020.

One aspect of the deal that has caused debate is a clause for a two-year moratorium on the conversion of forests and peatland.

Indonesia is a country that is still largely dependent on the utilization of its natural resources, causing some observers to worry that the moratorium will reduce the rate of economic growth in sectors such as forestry and palm oil.

The economic gains derived from crude palm oil are tempting considering that the price of CPO recently climbed to an average $750 per ton.

Indonesia is the world's biggest CPO producer, accounting for about 23 million tons per year. The necessary question, therefore, is whether policies to preserve the environment will impinge upon needed economic growth.

Questions concerning the trade-off between economic growth and environmental conservation are increasingly prominent, especially in developing countries in Asia, Latin America and Africa, which generally rely on natural resources as major sources of income.

A 1996 study, published in Ecological Economics, on the relationship between environmental quality and economic performance in Indonesia concluded that policies to protect the environment did not negatively impact income distribution and, in certain aspects, encouraged more rapid gross domestic product growth.

A similar study in the United States in 2001 concluded that: the level of private investment and economic development can be enhanced by environmental regulations that can reduce uncertainty.

The researchers also said that while conflicts of interest between businesses and the environment were inevitable, in general environmental policies coupled with institutional reforms in the institutions in charge of environmental regulations would likely encourage investment and accelerate economic development.

The findings would seem to allay concerns about economic development being negatively impacted by environmental policy and regulations.

Economic growth is required to improve people's living standards. However, the excessive exploitation of natural resources will lead to far greater costs than benefits when Mother Nature fights back in the form of natural disasters and environmental damage.

We have already started to feel the impact of climate change, for instance, in the increasing uncertainty over the boundary between the wet and dry seasons.

We also see more frequent news about crop failures and damage due to an increasingly erratic climate.

In a country like ours where a huge proportion of the population still relies mainly on agriculture, aggravated environmental circumstances from poor planning when exploiting natural resources will directly affect people's livelihoods.

People who are still living below the poverty line, especially in rural areas, will be especially affected by the unwise exploitation of natural resources and will be hit by the loss of clean air and clean water.

In striking a balance between environmental protection and economic development, Herman E Daly, a professor of ecological economics at the University of Maryland in the United States, offers some advice that we should bear in mind when managing our natural resources.

First, limit the use of all resources to rates that ultimately result in waste levels that can be absorbed by the ecosystem.

Second, exploit renewable resources at rates that do not preclude the regeneration of those resources.

And third, deplete nonrenewable resources at rates that, as far as possible, do not exceed the rate of development of renewable substitutes.

If we can manage the potential of our natural resources wisely while optimally distributing the benefits of these natural resources for the welfare of all people, surely this wealth would be a blessing and not a curse.






Teddy Lesmana is a researcher at the Center for Economic Studies at the Indonesian Institute of Sciences (LIPI) and a USAID Indonesia Forecast Scholar at the University of Maryland.


------------------
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia - LIPI
http://www.lipi.go.id

Jumat, 03 Februari 2012

Hambatan Dalam Kepemimpinan

Sering menyalahkan situasi
Seorang koruptor yang dihadapkan ke pengadilan mengatakan bahwa ia sebenarnya korban situasi. Sebenarnya ia bukan korban situasi, namun ia melarutkan diri dalam situasi dan menggunakan situasi sebagai alasan untuk berbuat jahat. Situasi melahirkan pemimpin yang cocok untuk zamannya. Sejarah telah membuktikan kebenarannya. Kebanyakan panglima perang menunjukkan wibawanya pada masa peperangan tetapi tidak cocok memimpin kelompoknya pada masa damai dan tenteram. Pemimpin yang dapat melihat situasi yang dihadapi dan cerdas menanggapinya, mampu memberikan perintah pada saat yang tepat dan mengambil inisiatif. Pemimpin seperti ini tidak perlu menjadi ahli di bidangnya tetapi memahami pengetahuan umum di bidang itu. Di samping itu anda tentu saja harus memiliki kemampuan teknis dan profesional agar anda berwibawa dalam mengatur roda kepemimpinan serta mengambil keputusan yang komunikatif dan meyakinkan.

Tidak berhasil memotivasi mereka
Kebolehan seorang pemimpin bergantung kepada kemampuannya menggerakkan orang yang dipimpinnya ke arah yang diinginkan. Kesadaran individu dan kelompok bahwa mereka bekerja untuk diri mereka sendiri harus dibangkitkan. Apabila mereka dapat bekerja sama membina dan mengembangkan diri, maka kesejahteraan mereka pun tercapai. Kalau pemimpin tidak berhasil memotivasi mereka, gagallah semuanya.

Menghindari tanggung jawab
Mencari kambing hitam tidak sulit, tetapi hanya orang yang tidak menyikai risiko sajalah yang lari dari tanggung jawab. Seorang pemimpin yang ingin meraih sukses haruslah berani menanggung resiko apapun, Ia harus menyadari bahwa kegagalan kelompok yang dipimpinnya ialah kegagalannya, sukses mereka ialah suksesnya dan mengetahui bahwa langkah menuju sukses ialah kegagalan itu sendiri. Melemparkan tanggung jawab kepada orang lain karena mengalami kegagalan berarti merusak wibawa selaku pemimpin. Pemimpin jangan lupa bahwa kelompok manusia yang dipimpinnya mempunyai penilaian sendiri terhadapnya dan mereka pun mempunyai hak bersuara dan memilih pemimpin yang cocok dan penuh tanggung jawab.

Tidak memberi teladan yang baik
Ada pemimpin massa yang berkata: "Saudara-saudara, dengarkan dan lakukanlah apa yang saya katakan, jangan lihat apa yang saya lakukan". Kemudian ia tertangkap karena menyelundupkan bahan pakaian dan dihadapkan ke pengadilan. Ia beranggapan bahwa perkataannya tiada hubungan dengan perbuatannya. Ia tidak bertanggung jawab atas perkataannya. Ini kata-kata yang bersayap. Tetapi ada jangan lupa bahwa perbuatan lebih nyaring bunyinya daripada perkataan yang diucapkan dengan nyaring. Ada pemimpin yang tidak pandai berbicara dan berdebat dengan massa atau kelompok yang dipimpinnya tetapi berhasil berkomunikasi melalui teladan yang diberikannya. "Sedikit berbicara banyak kerja", itulah semboyannya. Komunikasi dapat dilakukan bukan hanya dengan kata-kata. Pemimpin yang bekerja dengan giat dan teliti akan memberikan teladan yang baik dan membangkitkan semangat orang lain untuk berbuat yang sama.

Sibuk dengan kegagalan kecil
Pemimpin yang mencurahkan perhatian pada kegagalan-kegagalan kecil akan kehilangan waktu untuk merencanakan program yang besar dan bermanfaat. Memusatkan perhatian pada sukses yang kecil dan mengembangkannya menjadi sukses yang lebih besar akan jauh lebih berguna. Kebanyakan perusahaan atau organisasi melaksanakan penghematan dalam soal-soal kecil tetapi lupa mengurangi pemborosan yang lebih besar. Bagian-bagian yang berhasil -sekalipun tidak mencapai tingkat 40%- haruslah diperhatikan dan dikembangkan dengan seksama, kepadanyalah perhatian dipusatkan.

Tidak memikirkan sumbangan yang dapat anda berikan
Apakah fungsi sebuah organisasi atau perusahaan? Apakah organisasi itu untuk anggotanya atau anggotanya untuk organisasi? Pemimpin yang baik akan selalu mempertanyakan kepada dirinya sendiri apakah yang telah disumbangkannya untuk organisasi yang berkaitan dengan gaji yang diperolehnya dari organisasi itu. Setiap anggota organisasi termasuk para pemimpinnya, harus menyumbangkan sesuatu untuk organisasi dan organisasi memberi sumbangan kepada tujuan organisasi itu sendiri secara keseluruhan. Jika anda bekerja hanya untuk gaji ada, maka anda kurang memperhatikan apa yang dapat diberikan secara keseluruhan.

Bekerja terburu-buru
Pemimpin yang kreatif akan menggunakan waktunya untuk memikirkan strategi yang mantap setelah perencanaan dilakukan dengan mantap. Orang yang bekerja keras sering beranggapan bahwa segala sesuatu akan menjadi baik bila dikerjakan dengan cepat. Mereka tidak siap menghadapi kekeliruan dan kesalahan yang mungkin terjadi karena ketergesaan. Justru itulah yang mengakibatkan keterlambatan, biaya yang besar terpaksa dikeluarkan utnuk melakukan perbaikan.

Sumber: 365 Hambatan Menuju Sukses. Wilson Nadeak. 1991