Sabtu, 28 Januari 2012

Beberapa Hambatan Menuju Kebahagiaan

 Menunda
Kebanyakan orang tidak berhasil di dunia ini karena selalu menunda-nunda apa yang seharusnya diselesaikan. tampaknya ada suatu suasana "nikmat" dalam penundaan ini, semakin sering menunda sesuatu, semakin terasa kurang bertanggung jawab. Setelah bertumpuk-tumpuk, barulah terasa berat dan kemudian mencari-cari dalih yang membenarkan dirinya.

Malas
Kemalasan bukanlah warisan. Seorang pemalas melihat pagi hari dengan berbaring di tempat tidur seraya memperhatikan berkas cahaya pagi yang menembus jendela, memperhatikan siang hari dengan keluh kesah bahwa matahari terlalu terik sehingga melelahkan badannya, menatap senja dengan mengatakan bahwa di sumur ada hantu gentayangan. orang yang tekun bekerja menyambut subuh dengan keriangan yang menyibukkan serta merasakan keramahan senja dengan kesibukan yang bermanfaat untuk masa depan. orang malas lebih banyak berlindung di balik selimut dari pada menikmati kehidupan yang sesungguhnya dari berbagai corak, menghindarkan diri dari perangkap putus asa dan derita.

Sedih
Apa gunanya meratapi kesedihan? Mengapa mesti tenggelam dalam duka yang tidak menguntungkan? Membayar kesedihan dengan harga yang berlebih-lebihan justru akan menambah beban kehidupan.

Terlalu berharap
Seseorang yang menikmati kebahagiaan ialah orang yang mengetahui keseimbangan antara harapan dan batas kemampuan. Apabila seseorang terlalu mengharapkan sesuatu dari orang lain, kemungkinan yang terjadi ialah keresahan apabila yang diharapkan tidak sesuai dengan yang terjadi. Kesiapan menerima apa adanya sekalipun tidak sesuai dengan yang diharapkan akan membuat hati tentram dan bahagia.

Memikirkan orang yang tidak disenangi
Memikirkan orang-orang yang tidak disenangi ibarat orang menumpahkan air ke padang pasir, tidak ada gunanya. Terlalu mahal hidup ini untuk diboroskan demi hal-hal yang tidak perlu. Semakin sering kita memikirkan hal-hal yang positif semakin bermakna kehidupan kita.

Doa
Orang-orang modern yang merasa dirinya memiliki ilmu pengetahuan yang luas sering meremehkan kata "doa". Sebagian besar dari mereka secara tidak sadar menganggap doa adalah kelemahan. Orang yang berdoa menghabiskan waktunya dalam harapan yang tidak rasional. Tetapi pengalaman manusia dari abad ke abad telah memberikan banyak bukti kepada manusia bahwa doa justru sumber kekuatan. Manusia menyadari kekerdilannya di alam semesta ini. Bagaimana burung terbang di udara kalau tidak ada perencana sayap-sayap yang seimbang itu. Apakah hal itu terjadi dengan sendirinya? Ada Makhluk Yang Maha Kuasa yang menciptakan semua itu. Manusia begitu lemah dan tidak berdaya sama sekali. Oleh karena itu, doa adalah pernyataan bahwa manusia yang lemah dapat memiliki kekuatan dengan bersandar pada Penciptanya. Doa membuka pintu anugerah, mengubah hati dan tingkah laku manusia, menentramkan jiwa yang merana dan memberi harapan bagi yang putus asa.

Tidak berani mengambil keputusan
Seseorang yang menghadapi banyak persoalan akan tetap menambah persoalan apabila ia tidak dapat mengambil keputusan sejak awal. Keputusan yang salah lebih baik dari pada tidak mengambil keputusan sama sekali. otak yang diasah melalui pengalaman membuat orang menjadi peka terhadap kehidupan itu sendiri. Kepekaan ini mengajarkannya tentang makna kehidupan, membedakan yang baik dari yang buruk, mengajarkannya untuk dengan cepat menanggapi masalah dan mengambil keputusan secara cepat dan bijaksana. Tidak berani mengambil keputusan mengakibatkan suatu kesulitan semakin bertambah rumit.

Sumber: 365 Hambatan Menuju Sukses, Wilson Nadeak 1991

5 komentar:

  1. bener banget day.
    satu hal yang paling gue inget dr nasihat seorang ibu2 di rumah sakit adl ambisi tanpa ambisius dan konsisten di segala hal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pe,,kmaren sih katanya mario teguh, ambisius itu gapapa loh, selama ambisiusnya baik

      Hapus
  2. yap. maka'a kalo terlalu berlebihan itu gak bagus juga

    BalasHapus
  3. gw setuju ama point terlalu berharap day..
    kayanya gw pernah deh,hehehe

    BalasHapus
  4. tp entah knp sepanjang yg pernah gw jalanin, ambisius itu ujung2nya kekecewaan, yg jelas klo emg pengen bgt sesuatu ya jalanin aja semampunya tanpa rasa ambisius..

    BalasHapus